Skip to main content

Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp200 Juta untuk Pasar Murah Akhir Tahun

Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk pelaksanaan operasi pasar murah yang akan menjangkau 67 kelurahan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Program ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk menggelar operasi pasar murah secara massal menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Operasi pasar murah tersebut direncanakan berlangsung mulai akhir November hingga awal Desember 2026. Pelaksanaannya menggunakan pola mobile atau bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Bengkulu dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Sebanyak 67 kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan menjadi sasaran program tersebut. Dengan jangkauan yang luas, pemerintah berharap intervensi harga tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai lingkungan permukiman.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, Rozi Ismariandi, mengatakan penyelenggaraan pasar murah merupakan bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok pada periode akhir tahun.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui langkah konkret agar kenaikan permintaan tidak memicu tekanan harga yang memberatkan rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, pasar murah akan menghadirkan berbagai kebutuhan pangan sehari-hari. Komoditas yang disiapkan antara lain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam potong, hingga daging sapi.

Berbagai produk tersebut akan ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Skema ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar, terutama ketika harga sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan.

Kehadiran pasar murah juga diharapkan memberikan alternatif belanja bagi warga di tengah potensi meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat.

Rozi menyampaikan bahwa Pemkot Bengkulu tidak hanya mengandalkan operasi pasar besar menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah juga tetap menjalankan bazar pangan murah secara berkala sebagai bentuk intervensi terhadap perkembangan harga di pasaran.

“Pelaksanaan pasar murah ini akan kami laksanakan secara rutin, minimal dua kali dalam sebulan. Lokasi pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di sejumlah kelurahan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Rozi saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah, program tersebut ditujukan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan konsumen sehingga tekanan harga dapat dikendalikan.

Rozi menjelaskan, langkah intervensi pasar perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika harga komoditas sudah mengalami lonjakan. Pemantauan kondisi pasar dan pelaksanaan bazar pangan murah secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga.

Pemerintah juga berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap kenaikan harga atau kelangkaan barang. Perilaku panic buying berpotensi meningkatkan permintaan secara tiba-tiba dan memperbesar tekanan terhadap pasokan sejumlah komoditas.

“Kami berharap pelaksanaan pasar murah tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar sekaligus menjaga kondisi pangan di Kota Bengkulu tetap stabil,” kata Rozi.

Melalui kombinasi operasi pasar mobile dan bazar pangan murah rutin, Pemkot Bengkulu optimistis upaya pengendalian harga dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah berharap distribusi bahan pokok tetap terjaga, masyarakat memperoleh akses belanja yang lebih terjangkau, dan gejolak harga dapat diminimalkan hingga memasuki awal 2027.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat menjelang periode dengan tingkat konsumsi yang berpotensi meningkat. Pelaksanaan di berbagai kelurahan diharapkan membuat manfaat intervensi pasar dirasakan lebih merata oleh warga Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra