TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Menjelang musim libur Idulfitri yang biasanya diiringi lonjakan kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai menyiapkan langkah pencegahan agar praktik penetapan harga tidak wajar di kawasan wisata dapat dihindari.
Melalui Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, pemerintah daerah tengah menyusun dan menetapkan standar harga untuk sejumlah produk kuliner yang banyak dijual di lokasi wisata. Kebijakan ini bertujuan menciptakan suasana wisata yang lebih nyaman serta menjaga citra pariwisata Bengkulu di mata pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas keluhan wisatawan yang sebelumnya sempat viral terkait harga makanan dan minuman yang dianggap terlalu mahal.
“Standar harga sudah kami susun. Misalnya untuk kelapa muda ditetapkan sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu. Kami tidak ingin ada lagi kejadian harga yang melambung tinggi dan kemudian menjadi sorotan negatif di media sosial,” kata Nina, Selasa (10/3/2026).
Untuk memastikan kebijakan ini diketahui pedagang maupun wisatawan, Dinas Pariwisata akan memasang berbagai media sosialisasi berupa spanduk dan baliho di sejumlah titik strategis destinasi wisata.
Lokasi yang menjadi prioritas pemasangan antara lain kawasan Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, serta Pantai Tapak Paderi.
Melalui spanduk tersebut, pengunjung dapat melihat kisaran harga wajar untuk beberapa menu yang paling sering dibeli wisatawan, seperti kelapa muda, kopi, teh, dan mi instan.
Menurut Nina, transparansi harga menjadi langkah penting untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata di Kota Bengkulu.
“Dengan adanya standar harga yang dipublikasikan secara terbuka, wisatawan bisa langsung mengetahui kisaran harga yang wajar. Pedagang juga punya acuan yang jelas,” jelasnya.
Selain menetapkan standar harga, Pemkot Bengkulu juga membuka jalur pengaduan langsung bagi masyarakat yang menemukan praktik harga tidak wajar di lapangan.
Nomor telepon pengaduan akan dicantumkan pada setiap spanduk sosialisasi yang dipasang di kawasan wisata. Nomor tersebut dapat dihubungi jika wisatawan atau masyarakat menemukan pedagang yang menjual produk di luar batas harga yang telah ditetapkan.
Beberapa kontak yang disiapkan antara lain nomor ponsel Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga nomor kontak wali kota.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan untuk melaporkan pelanggaran secara cepat sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Dalam upaya penegakan aturan tersebut, Pemkot Bengkulu juga melibatkan Satpol PP sebagai tim pengawas sekaligus penindak di lapangan.
Petugas akan melakukan patroli di kawasan wisata selama periode libur Lebaran guna memastikan pedagang mematuhi standar harga yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan pedagang yang sengaja menaikkan harga secara tidak wajar atau mengabaikan aturan yang telah disosialisasikan, maka Satpol PP akan memberikan teguran hingga tindakan penertiban.
“Kami berharap pedagang bisa bekerja sama. Tujuannya bukan untuk membatasi usaha mereka, tetapi agar semua pihak merasa nyaman, baik pedagang maupun wisatawan,” ujar Nina.
Nina juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi praktik perdagangan di kawasan wisata. Menurutnya, destinasi wisata merupakan aset bersama yang harus dijaga agar tetap memberikan kesan positif bagi para pengunjung.
Partisipasi masyarakat dinilai penting karena pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang memanfaatkan sektor pariwisata.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga tempat wisata ini. Jika citra pariwisata Bengkulu baik, tentu dampaknya juga kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Dengan adanya standar harga dan pengawasan yang lebih ketat, Pemkot Bengkulu berharap kawasan wisata tetap kondusif dan mampu memberikan pengalaman menyenangkan bagi wisatawan selama libur Lebaran.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan pengunjung terhadap destinasi wisata di Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra