Skip to main content

Pemkot Bengkulu Bedah 58 Rumah Tak Layak Huni, Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Program bedah rumah Pemkot Bengkulu menyasar 58 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sejumlah kelurahan sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu kembali memperkuat perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program peningkatan kualitas hunian. Tahun 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu menyiapkan program bedah rumah yang menyasar puluhan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu.

Sebanyak 58 unit rumah menjadi sasaran program perbaikan hunian tersebut. Rumah-rumah penerima bantuan tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Bengkulu. Program ini diharapkan mampu memberikan perubahan nyata bagi keluarga yang selama ini masih tinggal di bangunan dengan kondisi kurang memadai.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kota Bengkulu, Lepi Nurseha, mengatakan penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses pendataan dan verifikasi. Pemerintah tidak hanya melihat kondisi ekonomi calon penerima, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik bangunan yang menjadi tempat tinggal masyarakat.

“Untuk tahun ini ada alokasi untuk 58 unit rumah yang akan dibedah di berbagai kelurahan di Kota Bengkulu,” kata Lepi, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, pelaksanaan bedah rumah merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemkot Bengkulu dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman. Bantuan tersebut diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama pemilik rumah dengan tingkat kerusakan bangunan yang cukup berat.

Proses seleksi menjadi bagian penting agar bantuan tidak salah sasaran. Kondisi rumah calon penerima terlebih dahulu diperiksa di lapangan sehingga pemerintah dapat menentukan bangunan mana yang membutuhkan penanganan lebih mendesak.

Program tersebut tidak sekadar berkaitan dengan memperbaiki dinding, atap, lantai maupun bagian rumah lainnya. Lebih jauh, perbaikan RTLH diarahkan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan sehat bagi keluarga penerima.

Lepi berharap program itu dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Setelah diperbaiki, rumah warga diharapkan menjadi lebih kokoh dan nyaman untuk ditempati sehingga keluarga tidak lagi dihantui kondisi bangunan yang rawan.

“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan rasa aman bagi keluarga yang menempatinya,” ujarnya.

Dari sisi sosial, keberadaan hunian yang layak juga memiliki kaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan keluarga. Rumah yang aman dan sehat dapat mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anggota keluarga.

Pemkot Bengkulu juga meminta dukungan aparatur kelurahan dan masyarakat selama proses pelaksanaan program berlangsung. Koordinasi di tingkat kelurahan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Selain itu, masyarakat diharapkan ikut mengawal pelaksanaan program agar bantuan benar-benar memberikan manfaat kepada warga yang memenuhi kriteria. Pemerintah daerah pun terus mendorong agar program peningkatan kualitas hunian dapat dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran.

Dengan adanya 58 unit RTLH yang menjadi sasaran pada tahun ini, Pemkot Bengkulu kembali menunjukkan upaya memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang lebih layak. Perbaikan rumah diharapkan tidak hanya mengubah kondisi bangunan, tetapi juga meningkatkan rasa aman, kenyamanan dan kualitas kehidupan keluarga penerima.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra