Skip to main content

Pemkot Bengkulu Dorong Generasi Muda Lestarikan Syarafal Anam

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian kesenian tradisional Syarafal Anam di Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Pemerintah menilai keberadaan kesenian tradisional tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari identitas masyarakat yang harus tetap hidup dan berkembang di kalangan generasi penerus.

Salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba kesenian tradisional Syarafal Anam yang digelar Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal sekaligus menampilkan seni tradisional bernuansa religius yang telah lama tumbuh dan berkembang di Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai potensi budaya lokal tetap terjaga. Menurutnya, kekayaan seni daerah harus mendapatkan dukungan nyata agar tidak kehilangan tempat di tengah perubahan selera masyarakat dan perkembangan budaya modern.

Dedy menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Keberlanjutan sebuah kesenian sangat bergantung pada adanya generasi baru yang bersedia mempelajari, mencintai, serta meneruskannya.

“Ya, Kota Bengkulu kan banyak potensi budaya, seni, kemudian sebagai pelaku pemerintah tentu kita harus ikut campur untuk melestarikan,” ujar Dedy, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, lomba Syarafal Anam menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional tersebut. Namun, Dedy memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan anak muda dalam setiap kegiatan kebudayaan.

Menurutnya, Syarafal Anam jangan sampai hanya dimainkan atau diminati oleh kelompok masyarakat yang sudah berusia lanjut. Regenerasi pelaku seni menjadi faktor penting agar kesenian tersebut tidak berhenti pada satu generasi.

“Dari Dinas Pariwisata menggelar lomba Syarafal Anam dan saya minta ini usahakan ada anak mudanya,” katanya.

Dorongan tersebut sekaligus menjadi pesan agar kegiatan pelestarian budaya di Kota Bengkulu mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda. Anak-anak dan remaja diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat langsung dalam proses belajar dan pertunjukan seni tradisional.

Dedy menegaskan, kecintaan terhadap budaya daerah perlu ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, generasi muda memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya yang berasal dari daerahnya sendiri.

“Jadi jangan sampai kelompok tua saja, tapi anak muda juga harus cinta dengan Syarafal Anam,” tambahnya.

Syarafal Anam sendiri memiliki nilai budaya dan religius yang kuat. Kesenian ini tidak hanya menghadirkan unsur seni pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memperkuat kebersamaan serta nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, keberadaan lomba Syarafal Anam diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata. Pemerintah Kota Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat menjadi sarana pembinaan sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap kesenian tradisional.

Dinas Pariwisata juga diharapkan terus membuka ruang bagi kelompok-kelompok seni lokal untuk tampil dan berkembang. Semakin sering kesenian tradisional diperkenalkan kepada masyarakat, semakin besar pula peluang generasi muda mengenal akar budaya daerahnya.

Upaya regenerasi tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui teknologi dan media sosial. Pemerintah ingin generasi muda tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tidak kehilangan jati diri dan identitas budaya lokal.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku seni, keluarga, sekolah, komunitas, serta masyarakat, Syarafal Anam diharapkan mampu bertahan dan terus berkembang. Kesenian tradisional tersebut bukan sekadar peninggalan budaya, melainkan aset daerah yang memiliki nilai sejarah, sosial, seni, dan religius.

Komitmen Pemkot Bengkulu untuk melibatkan generasi muda diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun regenerasi pelaku budaya secara berkelanjutan. Dengan demikian, Syarafal Anam dapat tetap menjadi salah satu bagian dari karakter budaya Kota Bengkulu dan dikenal oleh generasi mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra