TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya, memperkokoh identitas daerah, serta memastikan kekayaan bahasa lokal tetap dikenal oleh generasi muda.
Komitmen itu kembali ditegaskan dalam kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan dan Penganugerahan Anugerah Karsa Bahasa Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Acara berlangsung di Aula Rafflesia Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Jumat (30/10/2026).
Gubernur Bengkulu diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang hadir sekaligus menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program pengembangan bahasa dan sastra.
Dalam kesempatan tersebut, Khairil menekankan bahwa bahasa tidak sekadar menjadi sarana komunikasi antarmanusia. Lebih dari itu, bahasa merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang menyimpan sejarah, nilai kehidupan, tradisi, serta kearifan lokal.
Menurutnya, keberlangsungan bahasa daerah membutuhkan perhatian bersama agar tidak semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman. Pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar bahasa warisan leluhur tetap digunakan dan dipahami oleh generasi penerus.
Khairil juga memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Bengkulu yang selama ini konsisten menjalankan berbagai program pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa serta sastra di daerah.
Ia menilai, penguatan literasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa. Salah satu langkah yang perlu mendapat perhatian adalah memperluas ketersediaan bahan bacaan berkualitas, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama anak-anak.
Budaya membaca, lanjutnya, tidak cukup hanya dibangun melalui ajakan. Diperlukan dukungan nyata berupa penyediaan buku yang mudah diakses serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendorong kebiasaan membaca.
Melalui aktivitas membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, melakukan analisis, menyampaikan penilaian, hingga menghasilkan karya baru. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, mengungkapkan bahwa salah satu program yang terus dikembangkan adalah penerjemahan cerita anak dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
Program tersebut dilaksanakan melalui Tim Kerja Penerjemahan dengan melibatkan upaya penggalian kekayaan bahasa dan dialek yang berkembang di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.
Andriana menyebutkan, pelaksanaan program penerjemahan pada 2026 memperlihatkan hasil yang melampaui target awal. Dari sasaran sebanyak 44 produk, Balai Bahasa berhasil menghasilkan 53 produk terjemahan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan bahan bacaan berbasis bahasa daerah memiliki potensi besar untuk terus diperluas. Selain menambah koleksi literasi anak, produk terjemahan juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurut Andriana, penerjemahan cerita anak memiliki nilai strategis karena dapat menjembatani bahasa daerah dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, anak-anak tetap dapat mengenal akar budayanya sekaligus memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang lebih luas.
Keberadaan buku cerita hasil penerjemahan juga diharapkan mampu mendorong keluarga dan lingkungan pendidikan untuk lebih mengenalkan bahasa daerah sejak usia dini.
Selain memaparkan hasil penerjemahan, kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan Anugerah Karsa Bahasa 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap tokoh, komunitas, maupun lembaga yang telah berkontribusi dalam memajukan bahasa Indonesia dan melindungi keberadaan bahasa daerah di Bengkulu.
Penganugerahan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para pegiat bahasa, penulis, penerjemah, serta komunitas literasi agar semakin aktif menghasilkan karya dan memperluas gerakan pelestarian bahasa.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, Balai Bahasa, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan semakin kuat tanpa mengabaikan keberadaan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya.
Dengan melampaui target penerjemahan pada 2026 dan memberikan apresiasi kepada para pegiat bahasa, Bengkulu diharapkan mampu membangun ekosistem literasi yang lebih berkembang sekaligus menjaga warisan kebahasaan agar tidak terputus oleh perubahan generasi.
Pelestarian bahasa bukan hanya tentang mempertahankan kata-kata lama, melainkan juga menjaga pengetahuan, identitas, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya untuk diwariskan kepada masa depan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra