TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<< Pengelolaan Pantai Panjang di Bengkulu secara resmi akan dialihkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Keputusan ini diambil guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan wisata unggulan tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat serta meningkatkan daya tarik wisata di Kota Bengkulu.
Meskipun pengelolaan Pantai Panjang diserahkan ke Pemkot, namun Pemprov Bengkulu tetap akan menggelar Festival Tabot, sebuah acara tahunan yang menjadi ikon budaya Bengkulu. Acara ini tetap berada di bawah tanggung jawab Pemprov meskipun lokasi pelaksanaannya berada di Sport Center kawasan Pantai Panjang.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa Festival Tabot tetap akan dikelola oleh Pemprov Bengkulu dan tidak akan dialihkan ke Pemkot. Namun, Pemkot Bengkulu tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan festival tersebut guna memastikan kelancaran acara dan meningkatkan daya tarik wisata.
"Untuk Festival Tabot, pengelolaannya tetap berada di bawah Provinsi. Tapi kita tetap akan berkolaborasi, dan rencananya pusat kegiatannya tetap di Pantai Panjang, tepatnya di Sport Center," ujar Dedy Wahyudi saat diwawancarai.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, SP, menegaskan bahwa Pemprov tetap membuka peluang kerja sama dengan Pemkot Bengkulu dalam pelaksanaan Festival Tabot. Menurutnya, koordinasi yang baik antara Pemprov dan Pemkot akan sangat membantu dalam mensukseskan acara yang sudah menjadi tradisi turun-temurun tersebut.
"Festival Tabot pasti akan tetap kita kolaborasikan dengan Pemkot Bengkulu. Kita akan mengikuti kebijakan yang diambil oleh Gubernur, dan yang pasti, apa pun kebijakan yang dibuat, tujuannya adalah demi kebaikan dan kemajuan Bengkulu. Kami mendukung penuh setiap langkah yang bisa membawa manfaat bagi masyarakat," tutur Murlin.
Festival Tabot sendiri merupakan salah satu acara budaya terbesar di Bengkulu yang diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati peristiwa Asyura, yaitu peristiwa wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Husain. Festival ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, baik Pemprov maupun Pemkot, sangat dibutuhkan agar acara ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Bengkulu.
Sementara itu, pengalihan pengelolaan Pantai Panjang kepada Pemkot Bengkulu diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam tata kelola destinasi wisata tersebut. Dengan pengelolaan yang lebih terfokus, diharapkan Pantai Panjang dapat semakin tertata, fasilitas wisata semakin lengkap, dan daya tariknya semakin meningkat. Pemerintah Kota Bengkulu diharapkan dapat melakukan berbagai inovasi serta meningkatkan infrastruktur guna menjadikan Pantai Panjang sebagai destinasi wisata unggulan yang lebih kompetitif di tingkat nasional.
Dengan adanya sinergi antara Pemprov dan Pemkot Bengkulu dalam pengelolaan wisata dan budaya, diharapkan pertumbuhan sektor pariwisata Bengkulu dapat semakin pesat dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra