TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Penutupan Festival Tabut 2024 di Bengkulu mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Restog Krisna Kusuma.
Dalam wawancara terkait Festival Tabut, Restog Krisna Kusuma menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap acara tersebut. "Kami selalu mendukung dan mengapresiasi kegiatan Festival Tabut ini. Event ini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan jumlah UMKM dan partisipasi masyarakat yang luar biasa selama rangkaian acara dari 1 hingga 10 Muharam," ujarnya.
Restog juga menekankan pentingnya dukungan dari Kemenparekraf untuk pengembangan lebih lanjut dari event-event serupa. "Kami berharap peningkatan kualitas event terus dilakukan, termasuk keseriusan dalam penyelenggaraannya serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Hal ini penting agar daerah wisata dan strategis tetap bersih dari sampah."
Lebih lanjut, Restog berharap agar Festival Tabut Bengkulu dapat menambah variasi acaranya sehingga bisa masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN). "Persaingan untuk masuk ke KEN tidak mudah karena kurasinya dilakukan secara profesional. Setiap daerah harus berlomba-lomba meningkatkan kualitas eventnya masing-masing," jelasnya.
Restog juga mengharapkan agar kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu aktif mengirimkan event mereka untuk diseleksi di tingkat provinsi. "Provinsi kemudian akan menyeleksi event-event yang layak diusulkan ke pusat. Kemenparekraf akan melakukan kurasi dan pada akhir tahun, semua usulan dari provinsi akan dikoleksi dan diuji oleh kurator profesional yang transparan."
Ia menambahkan bahwa penghargaan yang diberikan oleh provinsi adalah bentuk apresiasi terhadap pemerintah atas masuknya event tersebut dalam KEN. "Proses kurasi ini ketat dan dari 110 event yang masuk, kami berharap Bengkulu bisa lolos dengan lebih dari dua event," pungkasnya.
Festival Tabut Bengkulu diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari agenda nasional yang tidak hanya menarik wisatawan lokal tetapi juga internasional, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra