TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Permasalahan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Air Sebakul segera mendapat solusi tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan guna memperluas area TPA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Riduan, mengonfirmasi bahwa anggaran tersebut telah disiapkan dalam tahun 2025. Saat ini, proses perencanaan tengah berlangsung dan akan diajukan ke Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk penilaian kelayakan harga lahan.
"Kami sedang menyusun perencanaan, dan saat ini tahap penilaian harga tengah dikaji oleh KJPP. Anggaran yang telah tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebesar Rp 3,5 miliar. Dengan dana tersebut, kami menargetkan pembelian lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Insya Allah, realisasinya akan terealisasi tahun ini, dengan target penyelesaian pada akhir tahun," ujar Riduan.
Perluasan lahan ini bertujuan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari metode Open Dumping menjadi Sanitary Landfill. Riduan menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan upaya untuk meningkatkan standar pengelolaan sampah demi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
"Kami telah menerima peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup agar segera beralih ke metode Sanitary Landfill. Sampah di TPA harus diolah dengan cara yang lebih ramah lingkungan untuk mencegah pencemaran," lanjutnya.
Selama ini, pengelolaan sampah di TPA Kota Bengkulu masih menggunakan metode Open Dumping, yang dinilai tidak lagi sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan pemerintah. Sistem ini memungkinkan sampah dibuang secara terbuka tanpa proses pengolahan atau penutupan dengan tanah, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti pencemaran tanah dan udara.
Dengan diterapkannya sistem Sanitary Landfill, sampah akan melalui proses pengelolaan yang lebih baik, termasuk penutupan berlapis untuk mengurangi bau, mengendalikan emisi gas metana, serta mencegah pencemaran air tanah.
Masyarakat Bengkulu menyambut baik rencana ini, mengingat semakin meningkatnya volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Dengan adanya perluasan lahan dan perubahan sistem pengelolaan, diharapkan permasalahan sampah di Kota Bengkulu dapat teratasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra