TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu kembali berjalan lebih optimal setelah PT Pertamina Patra Niaga memberikan dukungan fasilitas ruang kelas darurat pascakebakaran yang melanda sekolah tersebut.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fasilitas yang disediakan dirancang untuk menunjang kebutuhan siswa dan guru selama proses pembangunan kembali ruang kelas yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Sebanyak lima tenda kelas darurat disiapkan lengkap dengan berbagai perlengkapan penunjang pembelajaran. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara agar kegiatan pendidikan tidak terus terganggu akibat terbatasnya ruang belajar.
Manager CID Planning, Monev, dan Reporting PT Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan, mengatakan dukungan terhadap SMPN 19 Kota Bengkulu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan pendidikan masyarakat.
Menurutnya, musibah yang menyebabkan kerusakan ruang belajar tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan secara layak. Karena itu, Pertamina berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan selama sekolah menjalani masa pemulihan.
“Pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan masyarakat. Melalui TJSL, kami memberikan dukungan berupa ruang kelas darurat beserta kelengkapannya agar kegiatan belajar mengajar di SMPN 19 tetap berlangsung,” ujar Edward.
Ia berharap fasilitas sementara tersebut mampu memberikan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Edward juga menyampaikan bahwa penanganan kondisi SMPN 19 tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Dukungan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sekolah setelah musibah kebakaran.
Kolaborasi tersebut melibatkan Sentra Dharma Guna UPT Kementerian Sosial RI di Kota Bengkulu, BPBD Kota Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, pihak sekolah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pertamina Patra Niaga. Menurut dia, keberadaan kelas darurat sangat membantu sekolah mengatasi persoalan ruang belajar setelah delapan ruang kelas terbakar.
Ilham menjelaskan, sebelumnya keterbatasan ruangan membuat siswa harus mengikuti pembelajaran dengan sistem pembagian waktu. Sebagian siswa belajar pada pagi hari, sementara lainnya mengikuti kegiatan belajar pada sore hari.
Dengan tersedianya lima kelas darurat, kondisi tersebut dapat diatasi sehingga seluruh siswa kembali mengikuti pembelajaran pada pagi hari.
“Bantuan Pertamina sangat lengkap. Selain tenda, tersedia kursi, papan tulis hingga blower untuk membantu sirkulasi udara. Dengan fasilitas tersebut, anak-anak sekarang bisa kembali belajar pada pagi hari,” kata Ilham.
Ia menambahkan, fasilitas kelas sementara yang digunakan sekolah telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung secara layak sembari menunggu pembangunan gedung permanen.
Pemerintah Kota Bengkulu sendiri telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengembalikan kondisi SMPN 19 seperti sebelum kebakaran. Gedung sekolah yang rusak akan direvitalisasi melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
Ilham menyebutkan, nilai anggaran revitalisasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kembali ruang kelas serta pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah berdasarkan proposal yang telah diajukan.
Tahapan pembangunan direncanakan mulai dilakukan pada awal September 2026. Pekerjaan akan menggunakan mekanisme swakelola dengan melibatkan unsur sekolah, komite, masyarakat, serta orang tua siswa.
Pembangunan gedung baru tersebut ditargetkan selesai maksimal dalam waktu 120 hari. Dengan target tersebut, ruang kelas permanen diharapkan sudah dapat dimanfaatkan sekitar akhir Desember 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses pendidikan di SMPN 19 Kota Bengkulu tidak berhenti akibat bencana. Sambil menunggu gedung permanen selesai, fasilitas kelas darurat menjadi jembatan penting agar siswa tetap memperoleh hak belajar secara nyaman dan teratur.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra