Skip to main content

Pinjaman Daerah Rp786,5 Miliar Disiapkan Pemkab Jember, Fokus Perbaikan Jalan, PJU dan Penguatan Layanan Rumah Sakit

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember saat memaparkan rencana pinjaman daerah sebesar Rp786,573 miliar untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan, PJU, dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan tahun 2027. (Foto: Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Jember tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah melalui skema pinjaman sebesar Rp786,573 miliar yang diajukan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dana tersebut direncanakan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek prioritas pada tahun 2027, mulai dari perbaikan jalan, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengembangan fasilitas layanan kesehatan di rumah sakit daerah.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi pembangunan yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pemkab menegaskan bahwa pengajuan pinjaman ini bukan dilakukan karena kondisi keuangan daerah mengalami kesulitan, melainkan sebagai instrumen percepatan pembangunan agar manfaatnya lebih cepat dirasakan warga.

Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Achmad Imam Fauzi, menjelaskan bahwa skema pembiayaan melalui pinjaman daerah merupakan mekanisme yang lazim digunakan pemerintah daerah untuk mendukung proyek-proyek strategis.

Menurutnya, dana tersebut berfungsi sebagai dana talangan pembangunan sehingga berbagai program prioritas tidak harus menunggu ketersediaan anggaran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Dari total nilai pinjaman yang diajukan, porsi terbesar dialokasikan untuk sektor infrastruktur jalan. Pemerintah daerah merencanakan anggaran sekitar Rp400 miliar guna memperbaiki jalan rusak dengan total panjang mencapai 527,68 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

Perbaikan jaringan jalan tersebut dinilai penting karena menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga akses menuju pusat pelayanan publik. Infrastruktur jalan yang baik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transportasi serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Selain sektor jalan, Pemkab Jember juga mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Program ini akan menjangkau 226 desa dan 22 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Keberadaan PJU dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari. Selain itu, penerangan yang memadai juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil dan sektor perdagangan yang beroperasi hingga malam hari.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp130 miliar untuk pembangunan gedung serta pengadaan alat kesehatan di RSD dr. Soebandi. Fasilitas kesehatan tersebut merupakan rumah sakit rujukan utama yang melayani masyarakat Jember dan daerah sekitarnya.

Sementara itu, RSD Balung juga mendapatkan alokasi dana sebesar Rp56,583 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan gedung baru serta penambahan kapasitas tempat tidur pasien.

Pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan penambahan fasilitas tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih optimal dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa percepatan pembangunan melalui skema pembiayaan ini diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja selama proses pembangunan berlangsung, proyek-proyek tersebut juga diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memperhitungkan aspek kemampuan fiskal dalam jangka panjang. Berdasarkan perencanaan awal, bunga pinjaman diperkirakan berada di kisaran 6 persen per tahun dengan skema pengembalian yang dirancang agar tidak membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Pemkab Jember sebelumnya memiliki kapasitas ruang pinjaman hingga sekitar Rp1 triliun. Namun pemerintah memilih mengajukan pinjaman sebesar Rp786,573 miliar sesuai kebutuhan proyek prioritas yang telah ditetapkan.

Saat ini, mekanisme pencairan dana masih dalam tahap pembahasan. Terdapat dua opsi yang sedang dikaji, yakni pencairan secara bertahap mulai tahun 2027 atau pencairan sekaligus pada tahun yang sama. Total kewajiban pengembalian pokok beserta bunga diperkirakan mencapai sekitar Rp865 miliar dalam jangka waktu empat tahun.

Rencana pinjaman tersebut masih memerlukan sejumlah tahapan sebelum dapat direalisasikan. Selain harus memperoleh persetujuan DPRD Kabupaten Jember, pengajuan pinjaman daerah juga wajib mendapatkan evaluasi dan persetujuan dari pemerintah pusat sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkab Jember menegaskan bahwa keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari besarnya dana yang terserap, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Jalan yang lebih baik, penerangan yang memadai, serta layanan kesehatan yang semakin berkualitas menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember secara berkelanjutan.
Pewarta: Roni
Editing: Adi Saputra