Skip to main content

Plt Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah Tegaskan Tidak Ada Rencana Pemotongan TPP bagi ASN

Plt Sekda Bengkulu Medy Pebriansyah Tegaskan Tidak Ada Rencana Pemotongan TPP bagi ASN .Ruang Kerjanya.(Jumat.13/10/2023)(ft: Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, dengan tegas membantah adanya rencana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bengkulu. Medy Pebriansyah menjelaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana dari Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengurangi TPP bagi para ASN.

Pemerintah Kota Bengkulu tetap menjunjung komitmen untuk membayar TPP ASN sesuai dengan hak yang telah diperoleh oleh para ASN. Pernyataan ini juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Gitagama Raniputera. Ia menegaskan bahwa semua berita yang beredar mengenai pemotongan TPP ASN di Kota Bengkulu adalah tidak benar.

"Pemerintah Kota Bengkulu tetap mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan yang akan dibayarkan kepada para ASN. Nah, untuk pemotongan TPP ASN Kota Bengkulu itu tidak benar," ungkap Gita, Jumat (13/10).

Gita juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat realisasi pendapatan yang belum tercapai, hal ini tidak akan menghambat proses pembayaran TPP. Ia menekankan bahwa anggaran untuk TPP telah difinalkan sejak awal dan perhitungannya telah ditetapkan dengan pasti.

Adapun pembayaran TPP pada bulan Desember kemungkinan akan dilakukan pada tahun berikutnya. "TPP ini memiliki pola pembayaran yang berbeda dengan gaji. Pemotongan TPP pada bulan Desember mungkin akan dibayarkan pada awal tahun anggaran berikutnya (2024)," tambah Gita.

Gitagama Raniputera memberikan imbauan kepada seluruh ASN di Kota Bengkulu untuk tetap bekerja secara maksimal dan profesional dalam melayani masyarakat. Ia berharap bahwa penjelasan ini dapat membantu menghilangkan ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan ASN.

Gita juga berharap bahwa informasi yang telah disampaikan dapat menghilangkan kesalahpahaman dan mendorong pemberitaan yang akurat dan objektif dalam masyarakat. Dengan demikian, isu-isu yang saat ini sedang beredar tidak akan menciptakan kegaduhan di masa depan.

Pewarta : Herdianson 

Editing : Adi Saputra