Skip to main content

Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bengkulu Jangkau 73 Ribu Pelajar

Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bengkulu Jangkau 73 Ribu Pelajar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan dampak positif di Kota Bengkulu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu memastikan bahwa pelaksanaan program tersebut berjalan kondusif, tertib, dan disambut antusias oleh peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Hingga awal Februari 2026, puluhan ribu pelajar di Kota Bengkulu telah merasakan manfaat langsung dari program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi sekaligus mendukung kualitas pembelajaran di sekolah. Program ini menyasar peserta didik mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa keberhasilan awal program ini tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif, khususnya dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas standar dan teknis penyediaan makanan.

“Saat ini di Kota Bengkulu telah beroperasi sekitar 30 titik dapur penyedia atau satuan pelayanan. Seluruh dapur tersebut bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Bengkulu telah mencapai sekitar 73 ribu siswa. Angka tersebut mencerminkan cakupan yang cukup luas dan menjadi indikator bahwa program ini berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Ilham, secara umum proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah berlangsung lancar. Makanan diterima tepat waktu dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Selain itu, respon siswa terhadap program ini juga terbilang positif.

“Anak-anak terlihat antusias. Ini menjadi sinyal baik bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu meningkatkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” katanya.

Meski demikian, Ilham tidak menampik adanya sejumlah masukan dari pihak sekolah. Beberapa satuan pendidikan menyampaikan aspirasi terkait variasi menu makanan yang disajikan kepada siswa. Menurut pihak sekolah, penyesuaian menu dengan selera anak-anak dinilai penting agar makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi dengan optimal.

Menanggapi hal tersebut, Ilham menegaskan bahwa perubahan menu harus dilakukan secara terukur dan tidak boleh mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa seluruh komposisi makanan dalam program MBG disusun berdasarkan pedoman nasional dari Badan Gizi Nasional.

“Prinsip utama program ini adalah pemenuhan gizi seimbang. Jadi, meskipun ada ruang untuk evaluasi dan masukan, semua tetap harus mengacu pada standar gizi nasional agar tujuan kesehatan peserta didik tetap tercapai,” jelasnya.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan semakin optimal, Dikbud Kota Bengkulu terus membuka jalur komunikasi dengan sekolah-sekolah. Pihaknya mengimbau agar setiap kendala yang muncul di lapangan, baik terkait distribusi, teknis pelaksanaan, maupun kondisi makanan, segera dilaporkan.

“Koordinasi cepat sangat penting. Jika ada masalah, segera disampaikan agar bisa langsung ditindaklanjuti dan tidak mengganggu pelaksanaan program,” tambah Ilham.

Ke depan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Selain mendukung tumbuh kembang anak, program ini juga diyakini mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan menekan risiko masalah gizi di kalangan pelajar.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan, Dikbud Kota Bengkulu optimistis program MBG dapat terus berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di daerah tersebut.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra