BENGKULU.SELATAN.TEROPONGPUBLIK.COM>><<Puluhan ikan-ikan di Sungai Selali mati bukan diakibatkan oleh limbah industri PT TP Sinar Bengkulu Selatan.Hal itu dipastikannya setelah pada Minggu (24/11/2019) pihaknya telah turun guna mengecek semua lokasi industri di daerah itu.
Saat dijumpai dikelokasi Menejer PT TP Sinar Bengkulu Selatan Suheri menjelaskan,"saya memastikan kalau matinya ikan ikan di air sungai selali bukan dikarena limba pabrik,sebab pada hari minggu perusahan kami tidak berkerja dan tidak industri dikarenakan hari itu libur,dan pada hari itu juga saya dapat laporan dari warga bahwa air laut pasang dan masuk kesungai dan air sungai selali menjadi asin an warnanya berubah menjadi hitam,”jelasnya.

“Dan perlu juga diketahaui bahwa,pembuang limba pabrik kami tidak membuang ke aliran sungai selali,dikarenakan kami mempunyai kotak atau tempat pembuangan tersendiri,dan itupun semua masyarakat sekitar sudah tahu,maka yang jelas ikan ikan mati diair sungai selali mati bukan karena limbah pabrik,dan itu bisa jadi dikarenakan air laut yang pasang memasuki air sungai selali jadi ikan-ikan ait tamar mati karena air hasin telah masuk kesungai dan atau ada orang-orang yang meracuni ikan –ikan tersebut,”tambah menejer PT TP Sinar Bengkulu Selatan.
Dan saya juga menghimbau kepada masyarakat yang berada di daerah air singai selali akan tidak mengunakan air tersebut untuk sementara waktu sampai air sungai selali kembali seperti semula,dan kejadian ini sudah kita laporkan kepada pihak DLHK MANNA dan pihak Polsek pino,jadi hal ini tidak ada hubnganya sama limba kita.

Dari sisi lain saat diwawancari salah seorang warga yang berada disekitar air sungai selali,Julian Kenedi(37)menjelaskan,”pada hari minggu 24/11/2019,saya melihat jelas piluhan ikan-ikan yang ada di air sungai selali pada mati,dan saya juga melihat air sungai selali menjadi hitam dan perubahan air sungai selali menjadi hitam dan terasa hasin dikarenakan air laut pasang dan masuk kesungai air selali,dan secara otomatis ikan –ikan air tawar mati karena air sungai berubah menjadi hasin dan hitam,yang jelas ikan –ikan itu mati bukan karena limbah dari pabrik PT TP Sinar Bengkulu Selatan,karena setahu saya limbah pabrik tersebut mempunyai tempat pembuang tersendiri,dan kami sebagai masyarakat desa Nanjungan,sudah memahami bahwa matinya ikan –ikan di air sungai selali bukan dikarenakan limbah pabrik,”ucapnya.

Julian Kenedi juga menambahkan,’’Pada saat ini air sungai selali mulai tampah perubahan dikarenakan air laut tidak masuk lagi ke aliran sungai selali,dan saya yakin satu atau dua hari lagi air sungai selali akan seperti semula kembali,namun Julian juga mengimbau agar masyarakat jangan mengundakan air sungai tersebut untuk sementara waktu,”tutupnya.(JK)