TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Festival Tabut Bengkulu, yang berlangsung dari 1 Muharam hingga 10 Muharam, berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat. Selama sepuluh hari penuh, acara ini menghadirkan beragam kegiatan dan hiburan yang membuat antusiasme warga tak terbendung. Pada malam penutupan, Lapangan Merdeka dipadati ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru provinsi.
Penutupan Festival Tabut dilakukan secara resmi oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
Lapangan Merdeka, yang menjadi pusat perayaan, penuh sesak oleh warga yang rela berdesak-desakan untuk bisa melihat penutupan festival dari dekat. Banyak di antara mereka yang berjalan kaki dari Simpang Masjid Jamik hingga ke Lapangan Merdeka, menempuh jarak lebih dari beberapa kilometer. Antusiasme ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta masyarakat Bengkulu terhadap tradisi Tabut.
Festival Tabut sendiri merupakan perayaan yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi bagi masyarakat Bengkulu. Acara ini diadakan untuk mengenang perjuangan Imam Husain dalam pertempuran Karbala. Setiap tahunnya, festival ini diawali dengan pengambilan tanah yang kemudian diarak keliling kota. Puncak acara adalah pembuangan Tabut di makam Karabela yang terletak di Kelurahan Tebeng, Kecamatan Ratu Agung.
Selain penutupan yang meriah, berbagai kegiatan lain juga digelar selama festival berlangsung. Mulai dari pertunjukan seni, pameran budaya, hingga berbagai lomba tradisional yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak ketinggalan, berbagai stand makanan khas Bengkulu turut meramaikan suasana, menyajikan aneka hidangan yang menggugah selera.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti setiap rangkaian acara menjadi bukti bahwa Festival Tabut masih menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya Bengkulu. "Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga," kata salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Hari penutupan festival ini diakhiri dengan pembuangan Tabut ke makam Karabela pada pagi hari berikutnya. Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi yang dilakukan sebagai penutup rangkaian perayaan. Dengan penuh hikmat, masyarakat ikut mengiringi perjalanan Tabut hingga ke makam. Suasana haru dan khidmat terasa saat prosesi berlangsung, menandai berakhirnya Festival Tabut tahun ini.
Dengan kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, diharapkan Festival Tabut Bengkulu dapat terus menjadi ajang perayaan yang mendatangkan kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat. Semangat menjaga tradisi dan budaya lokal ini menjadi kunci utama agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Dengan segala kemeriahan dan keunikan yang ditawarkan, Festival Tabut Bengkulu berhasil mencuri perhatian dan menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra