Skip to main content

Sambut Ramadan, Kawasan Takjil Bengkulu Ditertibkan

Pemkot Bengkulu Siapkan Zona Resmi Pedagang Takjil

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>  Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat melakukan penataan di sejumlah titik strategis yang kerap menjadi pusat aktivitas warga saat sore hari. Dua kawasan yang menjadi perhatian utama adalah Jalan KZ Abidin dan Belungguk Point, yang setiap tahun dipadati pedagang takjil serta masyarakat yang berburu menu berbuka puasa.

Langkah pembenahan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selama Ramadan, kedua lokasi tersebut berubah menjadi sentra kuliner dadakan yang ramai dikunjungi. Antusiasme warga yang tinggi seringkali berdampak pada meningkatnya volume kendaraan, bahkan memicu kemacetan dan kesemrawutan parkir. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban umum.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin membatasi ruang usaha masyarakat. Justru sebaliknya, Pemkot berkomitmen mendukung geliat ekonomi musiman yang menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil selama Ramadan.

Menurut Alex, kehadiran pedagang takjil merupakan bagian dari dinamika ekonomi rakyat yang harus difasilitasi dengan baik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kegiatan usaha tetap harus memperhatikan aturan tata ruang dan keselamatan pengguna jalan. Tanpa pengaturan yang jelas, potensi gangguan terhadap lalu lintas dan kenyamanan publik akan semakin besar.

“Kami akan melakukan sosialisasi terkait zona resmi berjualan. Penataan ini bertujuan agar pedagang memiliki tempat yang jelas dan pembeli dapat bertransaksi dengan aman tanpa menyebabkan kemacetan,” ujar Alex, Selasa (11/2/2026).

Ia menambahkan, penetapan zona berjualan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Area yang dinilai rawan menghambat arus kendaraan tidak akan diperkenankan untuk aktivitas jual beli. Sebaliknya, pemerintah akan mengarahkan pedagang ke titik-titik yang telah ditentukan agar lebih tertib dan terorganisir.

Selain pengaturan lokasi, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan optimal. Pengawasan akan dilakukan secara persuasif, dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada para pedagang.

Ramadan memang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya di sektor kuliner. Banyak warga yang memanfaatkan momentum ini untuk menambah penghasilan dengan menjual aneka makanan dan minuman khas berbuka. Mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga berbagai hidangan tradisional, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Di sisi lain, lonjakan pengunjung yang datang menjelang waktu berbuka sering menyebabkan kendaraan berhenti sembarangan. Parkir di badan jalan dan lapak yang terlalu menjorok ke trotoar kerap menjadi pemandangan tahunan. Kondisi inilah yang ingin diminimalkan melalui penataan lebih awal.

Pemkot berharap dengan adanya pengaturan zona yang jelas, suasana Ramadan di Kota Bengkulu tetap semarak namun tidak semrawut. Penataan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, sehingga masyarakat dapat menikmati momen berbuka puasa dengan lebih tenang.

Alex menegaskan bahwa keberhasilan penataan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran para pedagang dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.

“Ramadan adalah momen kebersamaan. Mari kita jaga suasana yang kondusif agar semua pihak merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Bengkulu optimistis kawasan Jalan KZ Abidin dan Belungguk Point akan tetap menjadi pusat kuliner favorit selama Ramadan, namun dalam suasana yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra