Skip to main content

Sekolah Rakyat Terintegrasi Bengkulu Resmi Beroperasi, Helmi Hasan: Pendidikan Gratis Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi sejumlah pejabat meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu usai membuka kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut hadir dengan konsep pendidikan berasrama dan bebas biaya, sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.

Sekolah Rakyat menawarkan layanan pendidikan gratis mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari tempat tinggal, proses belajar, hingga fasilitas penunjang lainnya disediakan pemerintah melalui pendanaan APBN yang didukung kolaborasi berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta sektor swasta.

Di Provinsi Bengkulu, program ini berada di bawah pembinaan Sentra "Dharma Guna" Bengkulu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Program tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun ajaran 2025 melalui Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu sebagai sekolah percontohan. Saat itu, sebanyak 92 siswa mengikuti proses belajar mengajar di lokasi sementara yang berada di lingkungan Sentra Dharma Guna. Para peserta didik berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana, seperti buruh harian lepas, petani, sopir, pedagang kecil, hingga pekerja sektor informal lainnya.

Kini, seluruh aktivitas pembelajaran telah berpindah ke gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu yang berlokasi di Jalan Serawai, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Peresmian sekaligus kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (20/7/2026) dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Bengkulu tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata.

Dalam sambutannya, Helmi Hasan menyampaikan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan masyarakatnya. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah besar pemerintah dalam menciptakan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi.

"Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagi Indonesia. Bangsa yang ingin maju harus menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Dari Bengkulu, semangat kebangkitan itu mulai dinyalakan melalui Sekolah Rakyat," ujar Helmi Hasan.

Ia menambahkan, kegiatan MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi proses awal dalam membentuk karakter, disiplin, serta semangat belajar para siswa.

Helmi mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan sungguh-sungguh agar mampu meraih prestasi dan menjadi generasi penerus yang membanggakan daerah maupun bangsa.

"Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah ini dengan penuh tanggung jawab. Belajarlah dengan tekun agar kelak menjadi generasi unggul," katanya.

Selain menghadiri pembukaan MPLS, para tamu undangan juga berkesempatan meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan yang tersedia melalui kegiatan Open House. Mulai dari ruang kelas modern, asrama siswa, ruang makan, fasilitas olahraga, laboratorium, hingga sarana pendukung pembelajaran lainnya diperkenalkan kepada masyarakat.

Kepala Sentra "Dharma Guna" Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan implementasi nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu sekaligus membangun karakter generasi muda Indonesia.

Menurutnya, pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menerima sebanyak 270 peserta didik yang terdiri atas jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

"Kami dari Kementerian Sosial akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, Badan Pusat Statistik, Kementerian Pekerjaan Umum, serta berbagai pihak lainnya agar program ini berjalan optimal," ujar Hari.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, berharap keberadaan sekolah tersebut mampu menekan angka putus sekolah sekaligus melahirkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi.

Ia menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya mengusung visi menjadi lembaga pendidikan yang religius, unggul, berprestasi, serta mampu mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Acara Open House dan pembukaan MPLS turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi, anggota DPD RI Destita, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta jajaran pejabat pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan program pendidikan gratis yang diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra