TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota Kotamobagu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat melalui kehadiran Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy V. Mangkat, pada pembukaan Sidang Sinode ke-60 (Periodik) Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) yang digelar di Jemaat Sion Pinogaluman, Wilayah Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (13/7/2026).
Kehadiran Wakil Wali Kota dalam agenda penting tersebut menjadi simbol dukungan Pemerintah Kota Kotamobagu terhadap terjalinnya hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan. Sinergi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai toleransi, sekaligus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sidang Sinode GMIBM merupakan forum tertinggi dalam tata kelola organisasi gereja yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin gereja untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan selama satu periode sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi pada masa mendatang.
Prosesi pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIBM. Selain Wakil Wali Kota Kotamobagu, acara tersebut juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, para kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya, jajaran pejabat pemerintah, pendeta, majelis jemaat, serta utusan sinode yang datang dari berbagai daerah.
Kehadiran para pemimpin daerah dalam forum tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Pemerintah memandang gereja memiliki kontribusi besar dalam membina kehidupan sosial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan Sidang Sinode ke-60, para peserta dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis yang akan menjadi dasar pelaksanaan pelayanan GMIBM pada periode berikutnya. Salah satu fokus utama adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai program pelayanan yang telah dijalankan selama lima tahun terakhir.
Selain itu, forum ini juga akan menyusun program kerja baru yang disesuaikan dengan tantangan pelayanan gereja di masa depan. Berbagai masukan dari peserta diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan jemaat serta perkembangan sosial di tengah masyarakat.
Agenda penting lainnya adalah penyusunan arah kebijakan strategis organisasi gereja yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan pelayanan, pembinaan umat, hingga penguatan peran gereja dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui forum tersebut, GMIBM diharapkan mampu melahirkan berbagai keputusan yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi organisasi gereja, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah Kota Kotamobagu dalam keterangan resminya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sidang Sinode GMIBM ke-60. Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta dilandasi semangat kebersamaan dan hikmat dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Pemerintah juga meyakini bahwa hasil sidang nantinya akan memperkuat kualitas pelayanan gereja sekaligus meningkatkan kontribusi nyata GMIBM dalam mendukung pembangunan di wilayah Bolaang Mongondow Raya maupun Provinsi Sulawesi Utara.
Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan sejahtera. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan, toleransi antarumat beragama, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Sidang Sinode GMIBM ke-60 ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan kebijakan strategis yang mampu memperkuat pelayanan gereja sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra