Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Tinjau Jalan Rusak Akibat Truk ODOL, Dorong Sistem Distribusi Barang Lebih Tertib

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meninjau jalan rusak akibat truk bermuatan berat. Ia dorong pengaturan tonase dan sistem distribusi barang untuk menjaga infrastruktur kota.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<    Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur kota. Pria yang akrab disapa Bang Dedy itu turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan lingkungan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat aktivitas kendaraan berat.

Peninjauan tersebut dilakukan di salah satu kawasan permukiman warga yang belakangan kerap dilintasi truk bertonase besar. Jalan yang sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan ringan itu kini mengalami kerusakan signifikan, mulai dari aspal yang terkelupas hingga lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.

Dalam dokumentasi video yang beredar, terlihat sebuah truk besar melintas dengan muatan besi yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 ton. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan kapasitas jalan lingkungan yang sempit serta berada di tengah permukiman padat penduduk.

Akibat tekanan beban berlebih tersebut, struktur jalan tidak mampu menahan beban sehingga mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi ini karena selain mengganggu kenyamanan, juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Saat berada di lokasi, terjadi dialog antara Bang Dedy dengan salah satu warga setempat. Warga tersebut beralasan bahwa kawasan tersebut sebelumnya dianggap sebagai area yang masih sepi atau “seperti hutan”, sehingga kendaraan besar bebas melintas tanpa pengawasan ketat.

Namun, Bang Dedy dengan tegas menolak anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah kota yang memiliki aturan dan standar infrastruktur yang harus dijaga bersama.

“Ini wilayah kota, bukan hutan. Kita lihat sendiri jalannya sudah rusak seperti ini. Kalau dibiarkan, siapa yang akan bertanggung jawab?” tegasnya.

Ia menilai, kerusakan jalan akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) tidak hanya merugikan pemerintah daerah dari sisi anggaran perbaikan, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat.

Sebagai solusi, Bang Dedy mengusulkan penerapan sistem distribusi barang yang lebih teratur. Ia menyarankan agar kendaraan besar tidak lagi masuk ke kawasan permukiman, melainkan melakukan proses bongkar muat di depo atau gudang yang berada di pinggiran kota.

Selanjutnya, distribusi barang ke lokasi tujuan dilakukan menggunakan kendaraan dengan kapasitas lebih kecil yang sesuai dengan kelas jalan lingkungan.

Menurutnya, sistem tersebut bukan hal baru dan telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Dengan penerapan pola distribusi yang tepat, kerusakan infrastruktur dapat diminimalisir dan usia jalan menjadi lebih panjang.

“Kalau di kota besar sudah diterapkan, kenapa kita tidak? Ini demi menjaga jalan kita agar tidak cepat rusak,” ujarnya.

Langkah cepat yang dilakukan Wali Kota ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi kota sekaligus perlindungan terhadap fasilitas publik.

Mereka juga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, seperti memperketat pengawasan terhadap kendaraan ODOL, memasang rambu pembatas tonase, hingga memberikan sanksi tegas bagi pelanggar.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan sistem distribusi yang tertib tanpa merugikan salah satu pihak.

Dengan adanya perhatian langsung dari kepala daerah, diharapkan permasalahan kerusakan jalan akibat truk bermuatan berat dapat segera teratasi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra