Skip to main content

Warga Bengkulu Dihantui Ketakutan Saat Hujan Lebat: "Kami Takut Banjir Datang Lagi"

Warga Bengkulu Dihantui Ketakutan Saat Hujan Lebat: "Kami Takut Banjir Datang Lagi"

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>  Setiap kali hujan lebat mengguyur Kota Bengkulu, warga di daerah rawan banjir diliputi kecemasan. Trauma bencana yang pernah mereka alami membuat mereka selalu waspada, bahkan sebelum genangan air mulai muncul.

Salah satu warga Kelurahan Sukamerindu , Ameng (45), mengungkapkan bahwa setiap hujan deras turun, ia dan keluarganya tidak bisa tidur nyenyak. "Begitu mendengar suara hujan deras, kami langsung siaga. Takut air tiba-tiba naik seperti kejadian tahun lalu," katanya.

Banjir yang Datang Tanpa Peringatan

Wilayah Rawa Makmur, Sukamerindu, tanjung agung dan beberapa kawasan lain di Bengkulu sudah sering menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi. Air yang meluap dari drainase yang tersumbat, ditambah luapan sungai, membuat rumah-rumah warga terendam dalam waktu singkat.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu, setiap musim hujan tiba, lebih dari 300 rumah di beberapa kecamatan terancam banjir. Kondisi ini diperparah oleh minimnya sistem drainase yang memadai dan meningkatnya pembangunan di daerah resapan air.

"Ada kalanya air datang tiba-tiba. Dalam satu jam saja, rumah-rumah sudah kebanjiran. Kami tidak punya banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang," ujar Rina (38), seorang ibu rumah tangga di daerah Bentiring.

Ketakutan yang Menjadi Kebiasaan

Tak hanya merusak rumah dan barang berharga, banjir juga membawa dampak psikologis bagi warga. Banyak dari mereka mengalami stres dan kecemasan setiap kali hujan mulai turun. Beberapa warga bahkan selalu menyiapkan tas darurat yang berisi pakaian, dokumen penting, dan makanan kering untuk berjaga-jaga jika harus mengungsi sewaktu-waktu.

"Anak-anak saya sering bertanya, 'Bu, nanti banjir lagi nggak?' Itu membuat saya sedih, karena mereka tumbuh dengan ketakutan setiap musim hujan," kata Siti (42), warga Kebun Tebeng.

Sebagian besar warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, seperti memperbaiki drainase, memperbanyak daerah resapan air, serta memberikan peringatan dini ketika curah hujan tinggi.

Upaya Pencegahan dan Harapan Warga

Pemerintah Kota Bengkulu sebenarnya telah berusaha melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pengerukan sungai dan pembangunan tanggul. Namun, upaya ini masih dirasa belum cukup oleh warga.

"Kami ingin solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan saat banjir sudah terjadi," ujar Ridwan, seorang tokoh masyarakat di daerah Sungai Rupat.

Banjir bukan hanya tentang air yang menggenang, tetapi juga tentang ketakutan yang terus menghantui warga setiap kali awan mendung mulai berkumpul. Warga Bengkulu berharap, suatu hari nanti, mereka bisa menyambut hujan dengan tenang, tanpa rasa was-was akan datangnya banjir.

                                                                                                                                                               Pewarta : Amg Trp