TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Yayasan Penjaga Pesisir dan Hutan Tropis Bengkulu (PPHTB) resmi melantik Tim Kerja KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dalam sebuah acara di Taman Wisata Mangrove Bhadrika, Kota Bengkulu. Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan TNI AL, Polda, dan masyarakat yang peduli pada kelestarian lingkungan pesisir serta hutan tropis di provinsi ini.
Ketua Umum PPHTB, H. Rahman Thamrin, menegaskan bahwa yayasan ini memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Yayasan ini dibentuk untuk melindungi pesisir dan hutan tropis di Bengkulu. Sebelum resmi berdiri, kami telah melakukan audiensi dengan dinas-dinas terkait dan mendapatkan dukungan penuh,” ujarnya dalam sambutannya.
Rahman menekankan bahwa program yang dijalankan tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka panjang dan strategis. Salah satu potensi besar yang dibahas adalah Pulau Enggano, tempat perkumpulan tuna sirip biru dari Australia. Ia menilai, pemanfaatan potensi ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Koordinasi dan Sinergi dengan Pemerintah dan Daerah
Pelantikan Tim Kerja KSB ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu. Rahman juga menambahkan bahwa yayasan akan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah daerah dan membantu para pelaku usaha untuk bersama-sama memajukan perekonomian daerah.
“Pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat jaringan di seluruh kabupaten. Kami ingin memastikan yayasan ini bisa memberikan kontribusi nyata melalui kolaborasi dengan Pemprov Bengkulu,” jelasnya. Selain itu, Rahman menyebut bahwa PPHTB melibatkan para ahli untuk memantau dan mencegah eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.
Dukungan dari Pembina dan Pemerintah Provinsi
Sutarman, salah satu pembina yayasan, menyatakan apresiasinya terhadap visi dan misi PPHTB. “Visi yayasan ini mencakup ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari hutan tropis hingga pesisir. Ini langkah penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Asisten II Provinsi Bengkulu, RA Denny, turut memberikan dukungan dan mengingatkan pentingnya melestarikan kekayaan alam Bengkulu. Ia menyebut Pulau Enggano sebagai contoh potensi besar yang harus dikelola dengan bijak.
“Bengkulu kaya akan hutan tropis dan wilayah pesisir yang perlu kita jaga bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi? Pulau Enggano dengan sekitar 4.000 jiwa penduduk memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Denny.
Ia juga menyoroti upaya pemerintah dalam menyelamatkan Pulau Tikus dari abrasi, yang diharapkan dapat menjadi destinasi wisata berbasis alam. “Penyelamatan lingkungan seperti ini sejalan dengan visi kita untuk mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Harapan untuk Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Denny menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada PPHTB atas pelantikan Tim Kerja KSB. Ia berharap yayasan dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan menjadi motor penggerak dalam pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Bengkulu.
Dengan terbentuknya tim kerja ini, Yayasan PPHTB diharapkan semakin solid dalam melindungi potensi alam Bengkulu dari eksploitasi dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Pewarta:aMg
Editing: Adi Saputra