Skip to main content

Zulkifli Hasan Tinjau Rembuk Tani Bengkulu, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Rembuk Tani di Bengkulu dan menegaskan pentingnya swasembada pangan serta stabilitas harga gabah demi kesejahteraan petani.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Provinsi  Bengkulu menjadi salah satu titik perhatian pemerintah pusat dalam upaya memperkuat sektor pertanian nasional. Hal ini terlihat dari kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menghadiri kegiatan Rembuk Tani pada Jumat (1/5/2026) di kawasan Jalan Danau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, serta Wakil Gubernur Mian, bersama ratusan petani dari berbagai kelompok tani di wilayah tersebut. Rembuk Tani ini menjadi forum dialog langsung antara pemerintah dan petani untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan program strategis berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong percepatan swasembada pangan sebagai langkah penting menjaga kedaulatan nasional. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya diukur dari produksi, tetapi juga dari keberpihakan kebijakan terhadap petani lokal.

Menurutnya, Indonesia harus mengutamakan hasil pertanian dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Ia mengingatkan bahwa kebijakan impor yang tidak terkendali dapat merugikan petani lokal karena menekan harga hasil panen mereka.

“Jangan sampai kita justru lebih mendukung petani luar negeri. Jika impor terus dilakukan tanpa kontrol, maka yang diuntungkan bukan petani kita,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan peserta Rembuk Tani.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya Indonesia berhasil menekan impor beras, yang menjadi indikator positif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Ke depan, ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Selain isu impor, Zulkifli Hasan juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Menurutnya, harga gabah yang stabil akan memberikan kepastian pendapatan bagi petani sekaligus mendorong semangat produksi.

“Pemerintah berkomitmen menjaga harga gabah agar tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia. Ini penting agar petani tidak merugi dan tetap sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Helmi Hasan menyambut baik kunjungan pemerintah pusat ke Bengkulu. Ia menilai kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap daerah, khususnya dalam sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Helmi juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu siap mendukung penuh program swasembada pangan melalui berbagai kebijakan daerah, termasuk peningkatan infrastruktur pertanian, distribusi pupuk, dan pendampingan kepada petani.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar program ketahanan pangan dapat berjalan maksimal di Bengkulu,” ujarnya.

Rembuk Tani ini juga menjadi ajang bagi para petani untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari ketersediaan pupuk, irigasi, hingga akses pasar. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat merumuskan solusi konkret dari berbagai persoalan tersebut.

Dengan adanya dialog langsung seperti ini, diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Kunjungan kerja Zulkifli Hasan ke Bengkulu menjadi bagian dari rangkaian agenda nasional dalam memastikan program pangan berjalan efektif di seluruh daerah. Pemerintah optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di tingkat global.

Pewarta  : Amg

Editing : Adi Saputra