TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi membuka kegiatan Latihan Bersama (Latber) dan Temu Kangen Rafflesia Adventure Club (RAC) 4×4 Bengkulu Fun Offroad di Pendopo Merah Putih, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan komunitas otomotif sekaligus mendorong pengembangan olahraga petualangan di Kota Bengkulu.
Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan peserta dari kalangan pencinta kendaraan berpenggerak empat roda. Menariknya, Dedy Wahyudi tidak hanya hadir untuk membuka acara secara resmi, tetapi juga ikut menjajal langsung lintasan offroad yang telah disiapkan panitia di kawasan hutan sekitar perkantoran Merah Putih.
Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan kedua pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap aktivitas komunitas yang dinilai mampu membangun kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
Sejumlah tokoh dan pejabat juga hadir dalam acara itu, di antaranya Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu, anggota DPRD Kota Bengkulu Syamsu Ihwan, Asisten II Setda Kota Bengkulu Sehmi Alnur, Kepala Dinas Perhubungan Toni Hastri Putra, serta Ketua RAC Bengkulu H. Syahril bersama pengurus dan peserta.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi mengapresiasi RAC Bengkulu yang telah menginisiasi kegiatan untuk mempertemukan para pencinta otomotif 4×4. Menurutnya, aktivitas komunitas seperti ini dapat menjadi ruang positif untuk membangun silaturahmi, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjutnya, terbuka untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan otomotif juga berpeluang menarik kunjungan peserta dari luar daerah sehingga dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lokal.
Dedy menegaskan, Kota Bengkulu diharapkan mampu menjadi daerah yang ramah bagi komunitas offroad, baik dalam penyelenggaraan latihan rutin maupun kegiatan berskala besar.
"Insya Allah, kalau ada acara-acara besar seperti ini, kita akan selalu dukung penuh. Kita jadikan Bengkulu sebagai tuan rumah yang ramah bagi para offroader," ujar Dedy di hadapan peserta.
Salah satu kabar penting dalam kegiatan tersebut adalah dukungan Dedy Wahyudi terhadap pemanfaatan kawasan hutan di lingkungan perkantoran Merah Putih sebagai lokasi latihan rutin komunitas offroad Bengkulu.
Dukungan ini diharapkan memberikan ruang bagi para penggemar kendaraan 4×4 untuk mengasah keterampilan berkendara sekaligus menjaga kekompakan komunitas. Keberadaan lokasi latihan yang dapat dimanfaatkan secara terarah juga berpotensi membantu penyelenggaraan kegiatan otomotif agar lebih terorganisasi.
Meski demikian, pemanfaatan kawasan tersebut perlu memperhatikan ketentuan penggunaan lahan, kelestarian lingkungan, serta aspek keselamatan pengendara dan masyarakat di sekitarnya. Pengaturan lintasan, jadwal latihan, dan standar keselamatan menjadi hal penting agar kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan berkelanjutan.
Usai pembukaan, Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing bersiap mengikuti jalur yang telah ditentukan panitia. Keduanya mengenakan perlengkapan keselamatan sebelum mengendarai kendaraan 4×4 melewati medan menantang di area hutan.
Keikutsertaan pimpinan daerah tersebut menambah semangat peserta yang telah bersiap mengikuti rangkaian fun offroad. Tantangan lintasan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji kemampuan mengendalikan kendaraan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Ketua RAC Bengkulu, H. Syahril, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bengkulu dan jajaran Forkopimda atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, Latber dan Temu Kangen RAC 4×4 Bengkulu Fun Offroad tidak semata-mata berorientasi pada tantangan medan. Kegiatan ini juga dirancang sebagai wadah berkumpulnya para pencinta otomotif untuk mempererat hubungan, berbagi pengalaman, serta membangun kebersamaan.
Melalui kegiatan latihan bersama, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mengemudi di medan yang beragam. Namun, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, kepatuhan terhadap arahan panitia, serta penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai.
Dukungan juga disampaikan Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin. Ia mengapresiasi kekompakan anggota RAC Bengkulu dan berharap kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini membuka peluang bagi komunitas dari berbagai kabupaten dan kota untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun kegiatan bersama yang bermanfaat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan persiapan keberangkatan peserta menuju lintasan fun offroad. Para pengendara tampak antusias mengikuti tantangan yang telah dirancang panitia.
Melalui kegiatan tersebut, RAC Bengkulu diharapkan semakin berkembang sebagai komunitas otomotif yang mengedepankan persaudaraan, keterampilan, dan keselamatan. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan dapat membuka peluang bagi penyelenggaraan kegiatan serupa yang mampu memperkenalkan potensi Kota Bengkulu kepada masyarakat luas.
Dengan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, olahraga offroad berpeluang menjadi salah satu daya tarik kegiatan wisata berbasis petualangan di Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra