Skip to main content

Dishub Kota Bengkulu Siagakan Personel Selama Operasi Ketupat Nala 2026, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

Dishub Kota Bengkulu menyiagakan personel di sejumlah titik strategis melalui Operasi Ketupat Nala 2026 guna mengatur arus lalu lintas serta menjaga keselamatan masyarakat selama mudik dan libur Idul Fitri 1447 H.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menggelar pengamanan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 yang bertujuan memastikan kelancaran arus mudik serta keamanan masyarakat selama libur Lebaran.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel yang akan ditempatkan di titik-titik strategis guna membantu pengaturan lalu lintas. Penempatan petugas dilakukan mulai 13 hingga 25 Maret 2026, menyesuaikan dengan periode meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Menurut Toni, pengerahan personel ini merupakan tindak lanjut dari apel kesiapsiagaan yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama unsur terkait. Dalam pelaksanaannya, Dishub akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu penerapan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan.

“Kami menyiapkan petugas untuk mendukung pengamanan arus mudik. Fokus utama adalah membantu pihak kepolisian mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Toni.

Ia menjelaskan, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi prioritas pengamanan. Setiap titik akan dijaga oleh empat personel Dishub pada setiap pergantian shift guna memastikan pengawasan berjalan optimal sepanjang hari.

Lokasi pertama adalah Pintu Tol Bengkulu yang menjadi jalur utama keluar masuk kendaraan dari berbagai daerah di Sumatera. Area ini diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan seiring dengan arus mudik Lebaran.

Selanjutnya, kawasan Sport Center Kota Bengkulu juga menjadi perhatian karena kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama pada masa libur panjang. Banyak warga yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk berolahraga, bersantai, maupun berkumpul bersama keluarga.

Sementara itu, kawasan wisata Tapak Paderi juga termasuk dalam titik pengamanan karena diprediksi akan dipadati wisatawan selama libur Lebaran. Pantai dan kawasan bersejarah di area tersebut selalu menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

“Petugas kami akan bekerja secara bergantian dengan sistem shift, terutama pada sore hingga malam hari. Waktu tersebut biasanya menjadi periode paling ramai aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, Dishub Kota Bengkulu juga akan berkolaborasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga ketertiban di kawasan pusat kota.

Kerja sama lintas instansi ini akan difokuskan pada penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan, khususnya di sekitar kawasan Bengkulu Indah Mall (BIM) dan wilayah sekitar Polsek Ratu Samban. Aktivitas perdagangan yang tidak tertata dikhawatirkan dapat mempersempit badan jalan dan memicu kemacetan.

Toni menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang agar mereka dapat berjualan di tempat yang lebih aman dan tertib tanpa mengganggu arus kendaraan.

“Penertiban dilakukan secara persuasif melalui sosialisasi, sehingga para pedagang tetap bisa menjalankan usahanya tanpa menghambat kelancaran lalu lintas,” katanya.

Tak hanya fokus pada kendaraan dan aktivitas perdagangan, Dishub Kota Bengkulu juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selama libur Lebaran.

Para petugas Dishub yang ditempatkan di sekitar kawasan wisata akan turut memberikan edukasi kepada pengunjung terkait potensi bahaya di area pantai, terutama larangan berenang di titik-titik yang dianggap berisiko.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan laut maupun potensi bencana yang dapat membahayakan wisatawan.

“Kami mengimbau masyarakat yang berkunjung ke kawasan Tapak Paderi maupun Sport Center agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang. Jangan berenang di area yang dilarang demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Toni.

Dengan kesiapsiagaan personel dan sinergi lintas instansi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra