Skip to main content

Arus Keluar Uang Tunai Tahun Ini Alami Penurunan Drastis

MAKASSAR

MAKASSAR.TEROPONGPUBLIK.OM>><< Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) telah menyiapkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan uang tunai dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan layak edar.

BI Sulsel memperkirakan arus keluar uang tunai (outflow) pada periode Ramadan dan Lebaran 1441H/2020 sebesar Rp4,32 triliun atau turun sebesar 20,90% dibanding data tahun 2019.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi, kebijakan larangan mudik, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pemindahan hari libur bersama dalam rangka lebaran 1441H/2020 menjadi alasan terjadinya penurunan tahun ini.

Endang Kurnia Saputra, Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi KPW BI menuturkan pihaknya telah melakukan koordinasi sehubungan dengan pemberian layanan perbankan serta mendorong transaksi non tunai.

“Kita menggunakan metode Pemberian Layanan Perbankan dimana BI Sulsel telah berkoordinasi dengan perbankan agar dalam memberikan layanan dapat mengacu pada protokol pencegahan COVID-19, yaitu penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing,” ungkap Adang sapaan akrabnya pada Selasa (18/5/2020).

“Kita juga dorong masyarakat untuk menggunakan metode penggunaan transaksi non tunai dengan menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan pembayaran berbasis digital/QR Code dengan standar QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” tambahnya.

Adang mengaku pihak layanan penukaran uang rupiah kepada masyarakat akan disediakan melalui loket di 37 kantor cabang bank di Kota Makassar, terhitung mulai dari tanggal 5-20 Mei 2020.

BI Sulsel juga memaksimalkan pendistribusian uang di berbagai wilayah melalui kas titipan agar perbankan memiliki kecukupan persediaan uang secara jumlah dan pecahan.