Skip to main content

Bengkulu Lampaui Rata-rata Nasional, Raih Skor 3,60 Indeks Daya Saing Daerah 2025

Provinsi Bengkulu mencatat capaian gemilang dengan skor 3,60 pada Indeks Daya Saing Daerah 2025, melampaui rata-rata nasional dan memperkuat inovasi daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Provinsi Bengkulu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025, Bengkulu berhasil mencatat skor 3,60, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,45. Pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan inovasi mulai menunjukkan hasil nyata.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperkuat berbagai sektor strategis. Pengakuan atas capaian ini ditandai dengan diterimanya sertifikat apresiasi bernomor B-1608/I/KS.02/2/2026 melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu.

Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ketua Tim Manajemen Riset dan Inovasi Daerah Regional 3 dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Zulhamdani, kepada Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Yuliswani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 20 April 2026, di ruang rapat Bapperida Provinsi Bengkulu dan turut dihadiri jajaran pejabat serta tim teknis terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhamdani menjelaskan bahwa penilaian IDSD merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh BRIN dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Evaluasi ini mengacu pada data lintas kementerian dan lembaga guna mengukur tingkat daya saing daerah secara komprehensif.

“Nilai yang diraih Bengkulu tahun ini tidak hanya melampaui rata-rata nasional, tetapi juga mencerminkan adanya peningkatan kualitas pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian IDSD mencakup dua belas pilar utama, di antaranya aspek kelembagaan, stabilitas ekonomi, infrastruktur, hingga kapasitas inovasi. Bengkulu dinilai mampu menunjukkan progres signifikan pada berbagai indikator tersebut, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Tren peningkatan ini, lanjutnya, tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan sinergi antarorganisasi perangkat daerah serta komitmen dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal.

Tidak hanya sebatas penyerahan penghargaan, kunjungan BRIN ke Bengkulu juga dimanfaatkan untuk melakukan pembahasan strategis terkait pengembangan daya saing daerah ke depan. Salah satu fokus utama adalah penguatan sektor unggulan, khususnya perikanan dan pertanian, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi basis agroindustri.

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BRIN tengah menjajaki kerja sama melalui Nota Kesepakatan Sinergisitas (NKS). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan produk unggulan daerah agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi ini, BRIN juga akan memberikan rekomendasi kebijakan kepada Gubernur Bengkulu sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan strategi pembangunan berbasis riset dan inovasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat BRIN, Kepala Bapperida, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, tim kerja, peneliti, serta tenaga teknis lainnya yang berperan dalam mendukung implementasi program inovasi di Bengkulu.

Dengan capaian ini, Provinsi Bengkulu semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang terus berkembang dan adaptif terhadap perubahan. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdaya saing tinggi serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra