TEROPONGPUBLIK.co.id >><< >><< Tak Heran lagi kalau di hari Lebaran wisata alam yang ada di kota Bengkulu dan juga kabupaten Ramai diserbu para pengunjung,Dari wisata pantai panjang,pantai Berkas, Benteng Malborough,dan juga Rumah pengasingan Bung Karno.
Dan Begitulah pula wisata alam yang ada di Kabupaten, seperti Bukit Kaba,Suban air panas.Kebun teh,Sungai suci, Bendungan Seluma,Air terjun Nunjuk, Bukit kemanyan,datar lebar dan lain sebagainya.
Namun Salah satu wisata alam yang ada di kota Bengkulu,yang letaknya juga tak jauh dari pusat kota tempatnya di kampung sejahtera di kelurahan sumber jaya Kecamatan Kampung melayu,ada wisata alam Taman hutan Mangrove yang sangat unik wisatanya.
Taman wisata alam Hutan Mangrove yang luarnya lebih kurang 256 hektar,yang di kelilingi Sungai itu menjadi serbuan para pengunjung baik itu pengunjung lokal dan pengunjung luar kota.
Para pengunjung yang datang tidak dipungut biaya tiket masuk,hanya membayar parkir, parkir motor 2 ribu rupiah dan untuk parkir mobil hanya 5 Ribu rupiah,yang jelas keramahan para penduduk dengan pengunjung sangat baik.
Wisata alam Taman hutan Mangrove adalah suatu perkampungan nelayan yang sangat sejuk, dengan air payau yang hijau yang mengelilingi hutan Mangrove menjadi suatu ciri khas kampung tersebut, Sederetan kapan yang bersandar ditepian menjadi sasaran bagi pengunjung untuk Selfi bersama keluarga,teman dan pacar.

Para pengunjung juga bisa beristirahat dan santai di taman yang telah di persiapkan oleh para pedagang dengan harga makanan dan minuman yang masih stabil harganya.
Wisata Taman Hutan Mangrove sangat berbeda dengan wisata alam lainnya yang ada di kota Bengkulu,Para pengunjung dimanjakan dengan Berkeliling bersama keluarga,teman, pacar diatas kapal wisata yang telah di persiapkan , harga tiket untuk berkeliling dikawasan hutan Mangrove tidak mahal loh.para pengunjung Hanya membayar 15 ribu rupiah untuk satu orang dan langsung mengeliling hutan mangrove yang luasnya 256 hektar.
Diatas atas kapan para pengunjung bisa langsung menyaksikan perkampungan ,para pemancing dan juga hutan Mangrove yang hijau dikelilingi sungai air payau yang hijau,dan pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang ada di perkampungan nelayan tersebut.Perjalanan mengelilingi hutan Mangrove tersebut lebih kurang 25 menit.
Pulang dari wisata tersebut para pengunjung juga membeli oleh-oleh seperti pernah pernik dari kerajinan penduduk yang ada di sana.yang jelas pernah pernik yang terbuat dari kerang yang diolah menjadi bermacam hiasan seperti tempat Tisu dan sebagainya.Dan para ibu-ibu pasti pulang dari sana juga bisa membeli bermacam ikan yang telah diasinkan dan dan juga ikan rasa tawar sepanjang perkampungan.yang jelas harganya sangat beda dengan ikan yang sudah ada di pasar.
Saat media terepongpublik.co.id mewawancarai salah seorang pengunjung dari kabupaten Seluma,Bapak.H.Marhedra(52)tepat dari desa Tumbuan menjelaskan,"Kami sekeluarga setiap lebaran pasti liburan dan berwisata di sini di taman mangrove ,dikarenakan suasana yang begitu nyaman, sejuk dan indah dan pulang dari sini kami juga bisa membeli kebutuhan yang pasti Ikan Asin yang menjadi kesukaan saya,"ujarnya .
"Dan kami juga merasa di wisata alam Taman Hutan Mangrove ini, sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga dan berkeliling di atas kapan yang telah disediakan,dan harapan saya selalu pengunjung berharap kapan - kapan khusus wisata bisa ditambahkan dan Jang disamakan dengan kapan nelayan untuk menangkap ikan,"tambah H.Marhendra.
Dari sisi lain salah seorang pengunjung juga dari kabupaten Seluma.bapak H.Abdul Rahman(50) pengunjung yang berasal dari Talo,juga berharap agar para penduduk disekitar kawasan wisata ini bisa lebih ketat menjaga kebersihan, terutama jangan membuang sampah di sungai,agar sungai ini lebih terlihat bersih ,dan menjaga terus keindahan hutan mangrove dan perpohanan jangan ditebang,"ujarnya.
Wihim (56) salah seorang Pengemudi Kapal wisata,"Tahun ini penghasilan sangat meningkat dari tahun sebelumnya,dan kami merasakan para pengunjung meludak yang datang,dari pagi sampai sore harinya.Dan untuk hari - hari biasanya ,cuma bisa mengharapkan rame pada hari libur saja ,hari Sabtu dan hari Minggu,namun untuk hari lainya masih seperti biasa terkadang ada pengunjung dan tidak, hari bisanya kami bisa gunakan untuk pergi melaut,"pungkasnya.
Penulis : Herdianson
Editor : Adi Saputra