KOTA BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.CO.ID>><<Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu menggelar Press Release akhir tahun 2021 di kantor setempat,Rabu (29/12/2021) pagi.Hanya beberapa peserta yang diundang untuk gelaran kegiatan ini, mengingat masih dalam masa pandemi covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Bengkulu, AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos, M.H. memaparkan beberapa program yang sudah dijalankan selama tahun 2021.
“Banyak program yang sudah kami realisasikan selama tahun 2021. Memang tidak terlalu kami publikasikan kepada media. Namun dipenghujung tahun, kami memaparkan aksi nyata yang sudah dilakukan BNNK Bengkulu selama ini,” ujarnya.

Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu telah melaksanakan 30 Kegiatan selama Tahun 2021 dan melibatankan Pegawai BNN Kota Bengkulu,Kepala/pejabat Esselon III,Perangkat Daerah Kota Bengkulu,pemuda dan tokoh masyarakat,Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu Juga mempasilitasi Kegiatan tes urine yang di ikuti 474 orang dengan rincian Dipa sebanyak 109 orang,dan non DPA sebanyak 365 orang,dan positif 3 (tiga)orang.
Selama tahun 2021 Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu telah membentuk relawan/pengiat anti narkoba dan telah mengikuti kegiatan bimbingan teknis dengan tujuan meningkatkan kemampuan,pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya narkoba dan terlibat langsung dalam program Pecegahan dan pemberatasan penyalaguaan dan peredaraan gelap Narkoba(P4GB)dilingkungan masing-masing.
Selama Priode tahun 2021,Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu telah melakukan upaya penegakan hukum terhadap tersangka jaringan pengedar dan/atau penyalah gunaan Narkotikasebanyak 5 (lima )orang dengan barang bukti,shabu dengan total berat bersih seberat 5,72 gram,1 unit sepeda motor,5 buah Handphone,2 buah timbangan digital,kartu atm mandiri dan bukti lainya.Berdasarkan jenis kelamin semua tersangka adalah laki-laki dan 1 orang diantaranya merupakan narapida dan yang lainya merupakan perkerja swasta,wiraswasta dan belum berkerja.Dengan kisaran umur 19-35 tahun.
Selain program pemberantasan,Bnnk Bengkulu juga terus berupaya berusaha melakukan pemulihan /rehabilitas bagi pecandu dan penyalahguna narkotika.Rehabilitas merupakan salah satu poin dalam penting menekan angka prevalensi penyalahguna narkotika.
Untuk mengoptimalkan program tersebut BNNK Bengkulu telah memiliki Klinik pertama,”Raflesia Care”.Kelinik pertama ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya di Kota Bengkulu untuk menangani korban penyalaguna narkotika.
Sampai Bulan Desember 2021 BNNK Bengkulu telah melakukan asesmen kepada 73 orang,dengan rincian 70 orang laki-laki dan 3 orang perempuan kisaran umur 18/40 tahun.dari berbagai perkerjaan.Asesmen Bertujuaan untuk mengetahui tingkat ketergantungan penyalaguna narkotika.Yang telah memberikan pelatihan kepada 10 keluarga berupa keterampilan parenting orang tua,peningkatan resillensi anak,serta penurunan perilaku negative anak sehingga pungsi keluarga dapat berjalan secara optimal
Dalam program Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga, melalui bimbinganTeknis Fasilitas Rehabilitasi telah dilakukan pada 3 Lembaga, yaitu,Puskesmas padang serai, RS Bhayangkara dan RSUD M. Yunus. Selain focus dengan penanganan pandemi Covid 19, Puskesmas Padang Serai, RS Bhayangkara dan RSUD M Yunus saat ini telah melakukan layananrehabilitasi terhadap pecandu/penyalahguna narkotika, yaitu PuskesmasPadang Serai sebanyak 5 orang, RSUD M Yunus sebanyak 2 orang dan RS Bhayangkara 1orang.. Melalui program rehabilitasi diharapkan mantan penyalahguna narkotika dapat kembali hidup di tengah-tengah
masyarakat secara normatif, produktif, dan dapat berfungsi secara sosial,serta menekan angka prevalensi penyalahguna narkotika secara signifikan di tahun mendatang.
Sebelum mengakhiri Press Release ini Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos, M.H. dan jajaran meminta kepada awak media untuk bersama-sama menggelorakan kegiatan P4GN ini untuk warga kita, untuk kita selalu mengingatkan di lingkungan kita masing-masing agar menjauhi narkoba.(amg)