Skip to main content

Desa IV Suka Menanti Kembangkan 9 Jenis Kopi Unggul, Dorong Potensi Wisata Agro di Rejang Lebong

Desa IV Suka Menanti Kembangkan 9 Jenis Kopi Unggul, Dorong Potensi Wisata Agro di Rejang Lebong

TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Desa IV Suka Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, kini menjadi sorotan berkat keberhasilannya mengembangkan sembilan jenis kopi unggulan yang ditanam secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya warga desa dalam meningkatkan nilai ekonomi serta memajukan potensi agrowisata daerah.

Supriyadi, pemilik Coffee Lestari sekaligus pelopor pengembangan kopi di desa ini, mengungkapkan bahwa sembilan varietas kopi yang ditanam memiliki keunikan rasa dan karakteristik yang berbeda. “Kami mengembangkan sembilan jenis kopi, yaitu Shehasen, Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, Mesranan, Air Langan, Sidodaian, Jambian, dan Lampungan. Masing-masing punya ciri khas tersendiri, dari aroma, tingkat keasaman, hingga cita rasa,” ujar Supriyadi saat ditemui di kebun kopi miliknya.

Menurutnya, semua varietas tersebut ditanam di lahan dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata di atas 1.200 meter di atas permukaan laut, yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi berkualitas. Tanah yang subur dan iklim yang sejuk menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kopi premium.

“Kopi jenis Shehasen, misalnya, dikenal dengan aroma floral yang kuat dan aftertaste manis. Sementara Sintaro 3 lebih ke arah rasa cokelat dan sedikit earthy. Ini yang membuat kopi kami mulai dilirik oleh pasar lokal maupun luar daerah,” tambah Supriyadi.

Tidak hanya menanam, Coffee Lestari juga telah mulai mengolah hasil panen secara mandiri melalui metode pengolahan kering dan basah, demi mempertahankan kualitas biji kopi. Bahkan, proses penyangraian (roasting) dilakukan secara profesional dengan melibatkan pelatihan barista lokal.

Kehadiran sembilan jenis kopi ini juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan penikmat kopi dari luar daerah. Hal ini mendorong desa untuk mengembangkan wisata edukasi kopi (coffee tour) sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.

“Sudah ada beberapa pengunjung dari luar kota yang datang untuk melihat langsung proses tanam hingga seduh kopi. Ini menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya dari hasil pertanian tetapi juga dari sektor pariwisata,” jelas Supriyadi.

Ia berharap, dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pihak swasta, Desa IV Suka Menanti bisa menjadi salah satu sentra kopi unggulan di Bengkulu dan dikenal secara nasional.

Upaya yang dilakukan oleh Supriyadi dan masyarakat setempat tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Desa IV Suka Menanti kini tak hanya dikenal sebagai wilayah pegunungan yang asri, tetapi juga sebagai desa kopi yang menjanjikan masa depan cerah bagi para petani dan generasi muda.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra