Skip to main content

Desa Sungai Lisa belum terjangkau listrik dan internet.

Desa Sungai Lisa belum terjangkau listrik dan internet.Sabtu(4/1)(Harlis - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>>   Desa Sungai Lisai, yang terletak di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, menjadi tempat tinggal masyarakat Sungai Lisai. Desa ini berada di kawasan yang sulit dijangkau, dengan perjalanan kaki sekitar enam jam dari akses jalan terakhir di Desa Sebelat, Kecamatan Pinang Belapis.

Sejak sebelum Indonesia merdeka hingga saat ini, akses jalan darat menuju Desa Sungai Lisai masih sangat minim. Jalan yang tersedia hanyalah jalan setapak yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Kondisi ini menjadikan desa tersebut salah satu wilayah yang paling terpencil di Kabupaten Lebong. Saat malam tiba, suasana desa berubah menjadi gelap gulita. Tanpa adanya sinyal telekomunikasi maupun jaringan listrik, keheningan malam hanya ditemani oleh suara alam dan binatang hutan yang sesekali terdengar.

Keterbatasan fasilitas dasar ini sebagian besar disebabkan oleh lokasi Desa Sungai Lisai yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Status ini memberikan perlindungan khusus terhadap lingkungan desa dan sekitarnya, tetapi sekaligus membatasi pembangunan infrastruktur yang dapat merusak ekosistem. Hingga saat ini, upaya pemerintah untuk menyediakan fasilitas seperti jaringan listrik, internet, dan jalan beraspal belum terwujud karena aturan konservasi yang ketat.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat setempat. Tidak hanya terbatasnya akses komunikasi, tetapi juga sulitnya memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Meski demikian, masyarakat Desa Sungai Lisai terus bertahan dengan mengandalkan sumber daya alam di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Para pemerhati lingkungan dan organisasi sosial telah beberapa kali mengusulkan pendekatan alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tanpa merusak ekosistem TNKS. Beberapa di antaranya mencakup pengembangan energi terbarukan, seperti panel surya, serta fasilitas komunikasi berbasis teknologi ramah lingkungan. Namun, realisasinya membutuhkan dukungan yang kuat dari pemerintah dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Desa Sungai Lisai adalah potret nyata kehidupan masyarakat di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas dasar. Keberadaan desa ini mengingatkan kita akan pentingnya keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemenuhan kebutuhan manusia, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan konservasi seperti TNKS.

Pewarta : Harlis 

Editing : Adi Saputra