TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dosen dari Kampus STIT TRISULA Bengkulu mengadakan lokakarya pengabdian di tengah masyarakat. Kegiatan ini bertempat di Perumahan Pondok Bulat, Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Dengan tema "Menjaga Kesehatan dan Memelihara Lingkungan Masyarakat dalam Rangka Penanggulangan Dampak Bencana Banjir", lokakarya ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Menurut M. Haqqi Annazili, kegiatan lokakarya ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Alhamdulillah, kami telah melaksanakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para dosen tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Ia berharap kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Pada lokakarya ini, hadir beberapa dosen yang terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian ini, antara lain Bapak Ir. Rezi Munizar, M.T, Bapak Arlianto, M.Si, Bapak Buyung Mantap, M.T, dan Ibu Lita Novizah, M.Si. Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Trisula menyampaikan melalui pesan WhatsApp pada Senin pagi bahwa pihaknya berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di sisi lain, salah satu perwakilan masyarakat, Meri, menyatakan rasa senangnya atas lokakarya yang diadakan oleh Kampus Trisula. “Kami sangat bahagia dengan adanya kegiatan seperti ini. Kami merasa diperhatikan dan mendapatkan solusi agar dapat aman dan terhindar dari banjir kembali,” ungkap Meri dengan antusias.
Lokakarya yang diadakan oleh dosen Trisula ini tidak hanya sekadar mengedukasi masyarakat mengenai cara-cara mencegah dan mengatasi banjir, tetapi juga memberikan mereka pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. Dalam lokakarya tersebut, para dosen memberikan berbagai materi dan pelatihan yang bermanfaat, seperti cara-cara sederhana namun efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah banjir.
Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir. Para dosen memberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka, seperti dengan rutin membersihkan selokan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu, para dosen juga memberikan pelatihan tentang cara-cara tanggap darurat jika banjir terjadi. Mereka mengajarkan masyarakat tentang pentingnya memiliki rencana darurat, termasuk menyiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan obat-obatan. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap dan tanggap jika terjadi banjir, sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Tidak hanya fokus pada penanggulangan banjir, lokakarya ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang rentan terkena banjir. Para dosen memberikan informasi tentang berbagai penyakit yang dapat muncul akibat banjir, seperti demam berdarah dan penyakit kulit. Mereka juga memberikan tips tentang bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut.
Lokakarya ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Banyak dari mereka yang merasa terbantu dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh para dosen. Mereka merasa lebih siap dalam menghadapi kemungkinan banjir di masa mendatang dan lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Kampus STIT TRISULA Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para dosen dan mahasiswa yang terlibat.
Diharapkan, kegiatan lokakarya pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain untuk turut serta dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi mitra yang aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra