MAKASSAR.TEROPONGPUBLIK.COM>><<Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2020 akan berada pada kisaran 7,2% hingga 7,4%.
Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulawessi Selatan, Endang Kurnia Saputra mengatakan, proyeksi tersebut didasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan grafik pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dari tahun ke tahun terus tumbuh dan stabil, melebihi kondisi pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski begitu, kata dia, jika ingin keluar dari middle income rate, ekonomi Sulawesi Selatan harus tumbuh paling tidak di atas 8%.
“Proyeksi kami, ekonomi Sulawesi Selatan bisa tumbuh di atas 7,4%. Kami masih yakin dalam range tersebut untuk tahun 2020. Meski tertinggi di Indonesia, tapi kalau kita ingin keluar dari middle income rate, itu belum cukup. Paling tidak ekonomi Sulawesi Selatan harus tumbuh di atas 8%,” kata Endang, Kamis (9/1/2020).
Olehnya itu, menurut Endang, kedepan Sulawesi Selatan mesti punya strategi. Salah satunya dengan memperbanyak proyek-proyek padat karya, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi dinikmati oleh segelintir orang saja, melainkan masyarakat secara umum.
“Jadi perbanyaklah proyek-proyek padat karya dan sebagainya, yang bisa mempekerjakan orang banyak. Contoh nikel kita, yang merupakan sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Selatan dan menjadi incaran investor. Nikel ini jangan hanya dijual mentah saja, melainkan harus lebih produktif agar lebih bernilai tinggi,” ujarnya.
Namun sayangnya, lanjut Endang, pada umumnya yang menguasai teknologi seperti ini bukanlah Indonesia, tetapi pihak asing seperti China dan Jepang.
“Akibatnya, mereka yang mendapat value terbesarnya. Kita yang cangkul nikel, mereka yang punya uangnya karena mereka lebih pintar. Inilah yang menjadi tantangan kita, bagaimana nanti anak-anak kita bisa menguasai teknologi. Nah, salah satu upaya kita yakni BI secara sedikit demi sedikit membantu melalui beasiswa,” pungkasnya.
SUMBER : SINARKATA MEDIA