Skip to main content

Genjot Industri Halal, Juleha Sulsel Resmi Dibentuk

MAKASSAR

MAKASSAR.TEROPONGPUBLIK.COM>><<Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, bersama Bank Indonesia (BI) terus memberikan atensi pada industri halal di Sulsel. Termasuk pada cara-cara halal pemotongan hewan. Hal ini dilakukan dengan membentuk Juru Sembelih Halal (Juleha) DPW Sulsel yang dilantik di Gedung BI, Rabu (12/2/2020). 


Organisasi ini sangat didukung oleh Wakil Gubernur Sulsel, Sudirman Sualiaman, yang menyatakan bahwa Juleha merupakan lembaga independen dari pusat. Organisasi ini yang akan melakukan pelatihan dan sebagainya. Juleha akan disinergikan sesuai UU 23 Tahun 2014.


"Jadi mereka yang akan kita tunggu untuk melakukan gerakan-gerakan di tempat penyembelihan. Kita sedang godok perdanya, biar kita saling sinergi. Perdanya bisa kita jamin tentang juru sembelih ini. Artinyakan dengan Juleha ini kita bisa jaminkan juga masyarakat di pasar-pasar tradisional, mereka diberikan sertifikasi, diberikan pelatihan, dan mereka juga sudah terverifikasi dan punya tanda kalau mereka sudah punya skill untuk penyembelihan itu," ucap Wagub Sudirman.


Sementara itu, Ketua Juleha DPP Indonesia, Subarkah, menyatakan bahwa hadirnya organisasi ini di Tanah Air, sebab banyaknya proses penyembelihan yang sangat mengkhawatirkan kehalalan dan kehigenisan dari sejumlah wilayah.


"Kita menekankam pentinnya sosialisasi ke Masyarakat tentang pentingnya penyembelihan sesuai aturan syariat Islam, yang ikut latihan Kali ini sebanyak 50 anggota dari seluruh wilayah di Sulsel. intinya penyembelihan sesuai syariat Islam, penyembelihan hewan rumanansia seperti ayam, bebek, burung, kambing,onta dan hewan mamalia lainnya," jelasnya.


BI pun juga mengakui, pemotongan halal merupakan salah satu aspek dalam mendorong perekonomian  syariah, yang saat ini induastri halal sedang mendasar baik itu makanan, fashion maupun pariwisata.


"Nah ini dampak, kita harus menjadi negara, paling tidak industri halal, Kita tidak berbicara mengenai agama, tapi mengenai pasar dan dampak ekonominya bagi masyarakat, khususnya Sulsel yang populasi muslimnya besar, jadi ekonomi syariah itu semakin tumbuh," ungkap Kepala Kanwil BI Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra.


Menurut Endang, Thailand bahkan standarisasi halalnya lebih baik dari Indonesia, Singapura dan Cina juga berbondong-bondong mempelajari cara penyembelihan halal. Hal ini menurutnya bukan hanya soal agama, melainkan strategi pasar.


"Terutama masyarakat Sulsel kan sangat mendukung hal ini, terutama dengan industri makanan seperti coto kan. Jadi Kita sama-sama Pemprov untuk memulai dari pasaran dulu, apa yang paling banyak, daging, ya itu yang harus dihalalkan dulu, Kita tidak berbicara tentang hanya aman dan sehat. Kita bukan tentang agama, tapi tentang higenitas, itu yang Kita jual. Semuanya sudah termasuk itu," tandasnya. (KABAR.NEWS)