Skip to main content

Gubernur Rohidin Terima Evaluasi Kinerja, Tekankan Pentingnya Efektivitas Program

Gubernur Rohidin Terima Evaluasi Kinerja, Tekankan Pentingnya Efektivitas Program.Rabu.)24 /7)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menerima Laporan Hasil Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk semester I tahun 2024 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bengkulu. Acara tersebut berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Bengkulu pada Selasa (23/07).

Gubernur Rohidin menjelaskan bahwa hasil evaluasi kinerja yang disampaikan oleh BPKP Perwakilan Bengkulu akan menjadi acuan untuk perbaikan dalam penganggaran program Pemprov Bengkulu, terutama dalam hal penurunan angka kemiskinan dan stunting. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program, serta sejalan dengan target capaian kinerja secara nasional.

"Evaluasi ini sangat penting karena kita perlu mendetailkan pada tingkat provinsi agar upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Pemerintah pusat juga telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan dan stunting, sehingga kita harus bekerja keras untuk mencapainya," ujar Gubernur Rohidin.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Faeshol Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa hasil evaluasi tersebut lebih menekankan pada kualitas perencanaan dan penganggaran terkait penurunan angka kemiskinan dan stunting. Evaluasi ini mencakup baik Pemprov Bengkulu maupun pemerintah daerah kabupaten/kota.

"Evaluasi ini menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan oleh Gubernur dan seluruh bupati/walikota di Provinsi Bengkulu. Perbaikan ini penting untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan prevalensi stunting," jelas Faeshol.

Menurut data, pada pertengahan tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Sementara itu, angka kemiskinan nasional saat ini berada pada 9,36 persen. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah menetapkan target angka kemiskinan sebesar 6,5 hingga 7,5 persen, serta angka kemiskinan ekstrem di bawah 0 persen pada tahun 2024.

Dengan laporan ini, diharapkan Pemprov Bengkulu dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai target-target tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra