TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Petani kopi di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, masih menikmati tingginya harga jual kopi. Saat ini, harga kopi berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram, memberikan harapan besar bagi petani untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik kedepannya menjelang bulan puasa dan idul Fitri.
Salah satu petani kopi di Lebong, Mustaman, menyebutkan bahwa kebun-kebun kopi saat ini sedang memasuki musim bunga dan buah muda. Ia optimistis harga akan tetap stabil hingga beberapa bulan ke depan.
"Alhamdulillah, pohon kopi ada yang sudah berbunga, ada juga yang mulai berbuah. Kalau harga tetap stabil, insyaAllah Lebaran tahun ini bisa lebih tenang. Kalau beli dari petani, harganya sekitar Rp57.000 per kilogram, tapi kalau sudah sampai ke pengepul bisa mencapai Rp65.000," ungkap Mustaman saat ditemui di kebunnya, Jumat (1/2/2025).
Pengepul Datangi Dusun, Kopi Tak Sulit Dijual
Tingginya permintaan kopi memudahkan petani dalam menyalurkan hasil panennya. Banyak pengepul dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Lebong, seperti kecamatan Topos, jembatan Lombok Utara, dan Kecamatan Pinang melapis, yang datang langsung ke desa-desa untuk membeli kopi dengan berbagai kualitas, mulai dari biji hijau, biji asalan, hingga biji merah.
"Sejak tahun lalu, pengepul semakin banyak. Mereka datang langsung ke dusun dan membeli semua jenis kopi. Kopi hijau, biji asalan, sampai yang merah, semua diambil. Sepertinya mereka butuh banyak untuk dikirim ke luar daerah," jelas Mustaman.
Harga Bisa Bertahan atau Turun?
Meski harga saat ini masih menguntungkan, petani tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan pasar. Jika jumlah panen meningkat drastis dalam beberapa bulan ke depan, harga berpotensi mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
Namun, sejauh ini permintaan tetap tinggi, terutama dari para pengepul yang terus aktif membeli kopi dari petani di Lebong. Dengan kondisi tersebut, petani berharap harga bisa bertahan di level tinggi setidaknya hingga Idul Fitri, sehingga mereka bisa merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil panen tahun ini.
Petani kopi di Lebong kini hanya berharap cuaca tetap mendukung agar panen berjalan lancar, dan harga kopi tetap stabil sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat.
Pewarta: Harlis
Editing: Adi Saputra