Skip to main content

Inspirasi Keberhasilan Komunitas 'Pendekar Ngarit' dalam Mengelola Peternakan Kambing

Komunitas 'Pendekar Ngarit' juga menjaga kualitas kambing mereka dengan mengadakan kontes kambing secara rutin.Di rejang Lebong (2/11)(ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Komunitas 'Pendekar Ngarit' di Desa Empat Suku Menanti, Sindang Dataran, Rejang Lebong, Bengkulu, menunjukkan kekreatifan yang luar biasa dalam mengelola peternakan kambing. Komunitas ini, yang terdiri dari sekitar 800 petani dan peternak kambing, tidak hanya mampu merawat sekitar 5,000 ekor kambing dengan baik, tetapi juga berhasil meraup keuntungan dari penjualan kambing serta pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kompos.Kamis (2/11).

Dalam Desa Empat Suku Menanti, populasi kambing terbesar di Provinsi Bengkulu dapat ditemui. Rata-rata kambing yang dibesarkan oleh para petani di sana adalah jenis peranakan Etawa (PE). Namun, mereka juga mulai mengembangkan jenis crossboer, yang memiliki tubuh yang lebih tinggi dan besar. Pencapaian penting telah dicapai ketika salah satu kambing crossboer mereka berhasil melahirkan anak jantan.

Kegiatan peternakan kambing ini memberikan tambahan penghasilan bagi petani di Desa Empat Suku Menanti, baik melalui penjualan kambing maupun penjualan pupuk kompos yang dihasilkan dari kotoran kambing. Harga jual kambing jenis PE tergolong tinggi, dengan satu ekor kambing jantan untuk kurban dihargai sekitar Rp 3,4 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Hal ini membuat beternak kambing menjadi investasi yang menguntungkan dan membantu meningkatkan ekonomi petani setempat.

Pupuk kompos yang diproduksi dari kotoran kambing juga diminati oleh berbagai kalangan, termasuk petani sayur, petani kopi, dan perkebunan sawit. Bahkan, sejumlah perkebunan sawit membeli pupuk kompos dalam jumlah besar dengan harga Rp 50.000 per karung. Petani sayur-sayuran, petani kopi, dan bahkan ibu-ibu rumah tangga juga banyak yang menggunakan pupuk kompos tersebut karena terbukti memberikan manfaat besar dalam pertumbuhan tanaman.

Komunitas 'Pendekar Ngarit' juga menjaga kualitas kambing mereka dengan mengadakan kontes kambing secara rutin. Penilaian dalam kontes mencakup kebersihan, kesehatan, bobot, dan aroma bau kambing. Kambing yang mengikuti kontes harus benar-benar bersih dan sehat, dan mereka yang tidak memenuhi kriteria ini akan dieliminasi.

Meskipun kandang kambing berada di luar rumah, masyarakat Desa Empat Suku Menanti merasa aman, karena mereka menjalankan ronda malam secara teratur dan memiliki Poskamling aktif yang mendukung keamanan desa mereka. Komunitas ini telah membuktikan bahwa peternakan kambing bukan hanya berkontribusi pada pendapatan petani, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan yang kreatif dan berkelanjutan dalam masyarakat mereka.

Pewarta : Gunawan 

Edotong : Adi Saputra