TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa kepemilikan saham PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara (BUMN) berada di bawah kendali koperasi NU. Koperasi ini dikelola oleh pengurus dan anggota Nahdlatul Ulama, dengan tujuan memberikan manfaat ekonomi kepada warga.
PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara diketahui memiliki potensi tambang batu bara di wilayah Kalimantan. Namun, Yahya menjelaskan bahwa saat ini eksplorasi tambang tersebut masih dalam tahap awal. “Terkait potensi batu baranya, kita perlu menunggu hasil dari eksplorasi nanti. Izin untuk proses eksplorasi saja baru sedang diproses saat ini,” ujar Yahya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/1/2025), seperti dikutip dari Antara.
Sebagai bagian dari persiapan, PBNU telah memenuhi berbagai persyaratan untuk mengelola area tambang seluas sekitar 25 ribu hingga 26 ribu hektare yang terletak di Kalimantan Timur. Langkah ini mencerminkan komitmen PBNU untuk menjalankan pengelolaan sumber daya alam dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
Yahya juga menyampaikan bahwa PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara sedang membuka peluang bagi para investor untuk mendukung pendanaan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan reklamasi area tambang. Kehadiran investor diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek tambang ini dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Meski izin usaha pertambangan (IUP) telah diterbitkan, proses untuk mendapatkan izin lanjutan dan memenuhi berbagai persyaratan masih membutuhkan waktu dan upaya. “Proses pengurusan izin usaha sudah dapat dimulai, tetapi terdapat banyak syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” tambah Yahya.
Proyek tambang batu bara ini menjadi salah satu langkah strategis PBNU dalam mengoptimalkan aset ekonomi yang dimiliki organisasi. Selain meningkatkan pendapatan koperasi, keberhasilan pengelolaan tambang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi daerah.
Meskipun demikian, PBNU juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. Reklamasi menjadi salah satu aspek utama yang ditekankan untuk memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tambang tidak merusak lingkungan secara permanen.
Dengan komitmen yang kuat untuk menjalankan proyek ini secara bertanggung jawab, PBNU berharap potensi tambang batu bara di Kalimantan dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan sekaligus membawa manfaat bagi banyak pihak. Namun, semua pihak harus bersabar menunggu hasil dari tahapan eksplorasi yang masih berlangsung.
Pewarta : Harlis
Editing : Adi Saputra