TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>>><<< Kebahagiaan menyelimuti pasangan suami istri Jhon Apriadi dan Ella, warga Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu. Pasalnya, rumah mereka yang sebelumnya tidak layak huni akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui program bedah rumah.
Rumah Jhon dan Ella sebelumnya memiliki kondisi memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari kayu yang sudah lapuk dan bolong, atapnya rendah dan bocor. Saat hujan, air masuk ke dalam rumah, dan saat cuaca panas, rumah terasa sangat pengap.
Namun, semua berubah saat Pemkot Bengkulu menetapkan rumah mereka sebagai salah satu penerima bantuan bedah rumah. Tanda dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Kamis (26/6/2025). Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Forkopimda, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu sekaligus Anggota DPRD Kota Syamsu Ihwan, para kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Bengkulu.
Dengan penuh haru, Jhon dan Ella menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemkot Bengkulu, khususnya kepada Walikota Dedy Wahyudi yang turun langsung melihat kondisi rumah mereka.
“Terima kasih pak Wali. Awalnya saya tidak menyangka seorang Walikota datang ke rumah kami yang sederhana ini. Kalau hujan, air masuk dari mana-mana. Kalau panas, rumah serasa oven karena atapnya terlalu rendah. Tapi sekarang, insya Allah rumah ini akan menjadi rumah terindah dan paling nyaman bagi kami,” ujar Ella dengan mata berkaca-kaca.
Walikota Dedy Wahyudi dalam sambutannya mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kemewahan rumah, tapi dari ketenangan dan kenyamanan hati dalam keluarga.
“Rumah yang kecil tapi dihuni dengan penuh rasa syukur, itu lebih berharga daripada rumah mewah yang dipenuhi kegelisahan. Dalam Islam, ada istilah baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki,” tutur Dedy.
Ia juga menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak dasar berupa hunian yang layak.
“Pemkot Bengkulu punya visi agar seluruh warganya hidup bahagia. Salah satu bentuk kebahagiaan itu adalah tempat tinggal yang layak. Maka kita terus dorong program bedah rumah agar warga yang belum mampu bisa menikmati hunian yang aman dan nyaman,” jelas Dedy.
Ia pun mengajak warga untuk tidak ragu melapor jika mengetahui ada tetangga atau saudara yang butuh bantuan serupa. “Silakan sampaikan ke lurah atau camat, atau langsung ke saya. Tahun 2026 kita akan anggarkan lagi untuk bantuan bedah rumah,” ujarnya.
Program ini, lanjut Dedy, juga ditujukan untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu Toni Harisman menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Pemkot mengalokasikan bantuan bedah rumah untuk 87 unit rumah di 26 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan.
"Setiap unit rumah dibantu sebesar Rp20 juta. Dari jumlah itu, Rp17,5 juta untuk pembelian bahan material, dan Rp2,5 juta untuk upah tukang," jelas Toni.
Ia juga menambahkan bahwa selain perbaikan rumah, seluruh penerima bantuan juga mendapatkan bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga.
Dengan adanya program ini, harapannya warga seperti Jhon dan Ella bisa menikmati kualitas hidup yang lebih baik. Program bedah rumah ini menjadi bukti konkret kepedulian Pemkot Bengkulu dalam menjangkau masyarakat kecil dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra