TEROPONGPUBLIK.CO.ID<<<>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata demi menunjang kebutuhan masyarakat. Tidak hanya memperbaiki jalan dan drainase, Pemkot juga mulai menggarap fasilitas publik lainnya seperti pasar, kawasan wisata sejarah, hingga gedung pemerintahan.
Salah satu proyek yang saat ini tengah berjalan adalah renovasi Pasar Barukoto I dan Pasar Barukoto II. Pembangunan tersebut resmi dimulai sejak prosesi ground breaking beberapa hari lalu. Kehadiran pasar baru yang lebih representatif ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi pusat perdagangan modern yang tetap mempertahankan ciri khas tradisional.
Wali Kota Bengkulu, Dedy, menyampaikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penataan kawasan bersejarah agar tetap bernilai ekonomi dan budaya. “Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan penataan kawasan Kampung Cina serta gedung eks Mes Pemda yang rencananya akan dijadikan kantor Wali Kota Bengkulu,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Kampung Cina merupakan salah satu ikon sejarah yang perlu dipoles agar kembali menjadi daya tarik wisata sekaligus pusat ekonomi masyarakat. “Kampung Cina juga akan kita masukkan dalam program revitalisasi, dan puncaknya nanti adalah menjadikan kantor wali kota di eks Mes Pemda,” tambah Dedy.
Meski begitu, Dedy menegaskan bahwa kantor Wali Kota yang berada di Kelurahan Bentiring Permai tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Keberadaan kantor di dua lokasi berbeda justru dipandang sebagai langkah strategis untuk meratakan pembangunan. “Kantor Wali Kota di Bentiring tetap ada. Karena di sana juga sudah banyak kantor pemerintahan seperti Bappeda dan Dukcapil. Jadi tidak masalah jika kantor wali kota dan sekretariat berada di eks Mes Pemda, pembangunan justru bisa menyebar,” jelasnya.
Lebih jauh, Dedy menekankan bahwa fokus pembangunan saat ini diarahkan pada kawasan kota lama atau yang dikenal sebagai kawasan kampung. Hal ini bertujuan menghidupkan kembali denyut perekonomian di wilayah yang dulunya menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat Bengkulu.
“Dulu kawasan ini adalah pusat ekonomi, dan sekarang kita berusaha untuk membangkitkannya kembali. Dengan penataan pasar, kampung Cina, serta kantor pemerintahan, diharapkan kawasan ini kembali ramai, produktif, dan memberi manfaat bagi warga sekitar,” kata Dedy.
Ia menegaskan, visi Pemkot Bengkulu tidak lain adalah menjadikan kota ini sejajar dengan daerah maju lainnya. Dengan pembangunan yang berkesinambungan, diharapkan masyarakat Bengkulu bisa merasakan manfaat langsung berupa kesejahteraan dan kebahagiaan.
“Kota ini akan terus bekerja dan terus membangun. Insya Allah tujuan kita jelas, yaitu menjadikan Bengkulu semakin maju, sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia, serta menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tutup Dedy.
Melalui berbagai program revitalisasi dan pembangunan infrastruktur ini, Pemkot Bengkulu ingin memastikan bahwa wajah kota tidak hanya modern, tetapi juga tetap mempertahankan identitas sejarah dan budaya yang menjadi ciri khas daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra