TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat kualitas tata kelola data sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis informasi akurat. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan Tim Penilai Internal (TPI) dalam tahapan wawancara atau interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) bersama Tim Penilai Badan (TPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting itu dipusatkan di Ruang Monitoring Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu. Interview tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penilaian EPSS setelah sebelumnya Tim Penilai Internal menyelesaikan penilaian mandiri terhadap penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Hasil dari seluruh tahapan evaluasi nantinya akan menjadi dasar penentuan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kota Bengkulu. Nilai IPS merupakan indikator nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus mencerminkan sejauh mana tata kelola data pemerintah daerah telah berjalan sesuai standar.
Dalam pelaksanaan interview, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Penilai Internal turut mengikuti proses pendalaman materi. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu Widodo bersama tim, Kepala Dinas Kesehatan Nelly beserta jajaran, Kepala Bidang P2EPD Bappeda Kota Bengkulu Loura Titut Tejawahyuni, Kepala Bidang HMTI Dinas Kominfo Ariani Ningrum yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, serta jajaran Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu.
Tim Penilai Internal Kota Bengkulu sendiri terdiri atas unsur Dinas Kominfo, Disdukcapil, dan Dinas Kesehatan. Selama proses evaluasi, tim bertugas mengisi instrumen penilaian, menyusun berbagai dokumen pendukung, serta mengunggah seluruh data melalui aplikasi EPSS sebagai bagian dari proses verifikasi nasional.
Pada sesi wawancara, Tim Penilai Badan dari BPS melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap 38 indikator penilaian yang telah diinput sebelumnya oleh Tim Penilai Internal. Pendalaman dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan dengan implementasi di lapangan.
Selain mengonfirmasi jawaban yang telah diberikan, tim penilai juga meminta tambahan bukti administrasi dan dokumen pendukung sebagai bagian dari proses validasi. Langkah tersebut dilakukan agar hasil evaluasi benar-benar menggambarkan kondisi penyelenggaraan statistik sektoral di Pemerintah Kota Bengkulu.
Usai interview, Tim Penilai Badan memberikan kesempatan selama dua hari kepada Tim Penilai Internal untuk melengkapi sejumlah dokumen yang masih diperlukan. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Gitarella Nurla Dewi, menyampaikan harapannya agar seluruh tahapan evaluasi dapat menghasilkan capaian terbaik bagi Pemerintah Kota Bengkulu.
Menurutnya, peningkatan nilai Indeks Pembangunan Statistik bukan hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi bukti meningkatnya kualitas tata kelola data di lingkungan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan program pembangunan maupun pengambilan kebijakan publik.
"Harapan kami seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi dalam menghasilkan data statistik sektoral yang berkualitas. Dengan data yang semakin baik, tentu nilai Indeks Pembangunan Statistik Kota Bengkulu juga akan meningkat dan mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran," ujarnya.
Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) merupakan program nasional yang bertujuan mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral pada pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mewujudkan sistem statistik yang terintegrasi.
Selain menjadi instrumen penilaian, EPSS juga berfungsi sebagai acuan dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik berbasis data. Dengan tersedianya data yang valid dan terpercaya, setiap kebijakan pembangunan diharapkan dapat disusun secara lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kota Bengkulu optimistis hasil evaluasi tahun ini mampu meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Statistik sekaligus memperkuat budaya pengelolaan data yang profesional. Sinergi seluruh perangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sistem statistik sektoral yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan Kota Bengkulu di masa mendatang.
Pewarta :Amg
Editing : Adi Saputra