Skip to main content

Pertemuan Kader PKK Rejang Lebong Fokus pada Penanganan Stunting dan Pencegahan Kenakalan Remaja

Tim Penggerak PKK Rejang Lebong menggelar pertemuan kader yang diresmikan oleh Ketua TP PKK Rejang Lebong, Hj. Hartini Syamsul Effendi, S.Sos, MSi di Gedung Pola.Sabtu (2.12)(ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Tim Penggerak PKK Rejang Lebong menggelar pertemuan kader yang diresmikan oleh Ketua TP PKK Rejang Lebong, Hj. Hartini Syamsul Effendi, S.Sos, MSi di Gedung Pola. Acara ini menarik perhatian dengan fokus utama pada evaluasi dan sinkronisasi data stunting sebagai langkah kritis dalam menangani masalah tersebut.sabtu (2/12).

Indah Tri Wahyuni Hendra, AMd, Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa pertemuan ini melibatkan 250 peserta pada hari pertama dan 246 peserta pada hari kedua, terdiri dari ketua PKK dan Posyandu desa/kelurahan. Tujuan utamanya adalah mengevaluasi efektivitas langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi stunting di wilayah ini.

Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah pendirian rumah pangan dan dapur B2SA di Desa Air Meles Bawah. Dapur umum ini, didukung oleh kader PKK desa, secara khusus melayani anak-anak stunting, ibu hamil berisiko, dan ibu menyusui dengan makanan sehat dan bergizi seimbang, disediakan 3 kali dalam seminggu.

Indah menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan evaluasi yang kontinu dan sinkronisasi data stunting yang akurat. Dalam rangka ini, pertemuan kader PKK diadakan dengan melibatkan sejumlah narasumber pada dua hari kegiatan tersebut.

Pada hari pertama, Desma Heryana, SKM, MM dari Pokjanal Posyandu, membahas materi mengenai 'Optimalisasi dan strategi penguatan Posyandu di Rejang Lebong'. Ia menyoroti peran Posyandu dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan anak, serta pentingnya peran masyarakat dalam mengelola dan menyelenggarakan upaya kesehatan.

Sementara pada hari kedua, Ilma Mirafiah dari Pokja 1 PKK Rejang Lebong membahas pola asuh orang tua dalam pencegahan kenakalan remaja dengan tema 'Pola asuh orang tua hebat: Agama pedomanku'. Ilma menyoroti peran agama sebagai pendekatan utama untuk mencegah kenakalan remaja, serta menggambarkan berbagai bentuk kenakalan remaja yang perlu diwaspadai, termasuk solusi pencegahannya.

Ilma juga menekankan perlunya pengawasan dan pembinaan yang baik dari orang tua terhadap remaja usia 13-18 tahun. Sesi tanya jawab yang dilakukan setelah pemaparan materi memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi lebih lanjut mengenai topik yang telah disampaikan oleh narasumber.

Pertemuan kader ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang signifikan dalam upaya menangani stunting serta mencegah kenakalan remaja di wilayah Rejang Lebong.

Pewarta : Gunawan

Editing : Adi Saputra 

Top of Form