TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa (28/11), terungkap bahwa Rejang Lebong mengalami kenaikan inflasi sebesar 6,04 persen. Rakor yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi dampak musim hujan terhadap produksi tanaman.
Tomsi Tohir, dalam imbauannya, menekankan perlunya kewaspadaan di tengah kondisi iklim yang mulai memasuki musim hujan. Sementara Staf Ahli Rosita menyoroti kenaikan inflasi, menempatkan komoditas seperti cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah sebagai penyumbang utama.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten akan mengambil langkah-langkah konkret. Ini termasuk pemantauan harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, rapat teknis secara rutin, serta menjaga pasokan barang penting. Aksi nyata seperti operasi pasar murah dan sidak ke pasar serta distributor juga akan dilakukan, sambil berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditas guna kelancaran pasokan.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga akan merealisasikan berbagai dukungan dari APBD, seperti BTT dan bantuan transportasi, untuk mendukung pengendalian inflasi dan menanggulangi dampak yang mungkin timbul.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra