TEROPONGPUBLIK.co.id >><< Kesenian kuda kepang terus berkembang di Desa Belitar Seberang melalui Sanggar Wahyu Turonggo Mudo. Dengan kekonsistenannya, sanggar ini menjadi rumah bagi 40 anggota di bawah kepemimpinan Siono, ketua generasi kedua setelah didirikan oleh alm. Mudalil.Minggu (26/11).
Kesenian kuda kepang tak sekadar menyemarakkan hajatan lokal, namun telah merambah acara di luar desa, seperti penampilan di SPN Polda Bengkulu dan bahkan menyambut Menpar Ekraf, Sandiaga Uno, pada 28 Agustus 2022 lalu.
Menyambut Festival Bhumi Belirang 2023, Sanggar Kuda Kepang Wahyu Turonggo Mudo tak hanya menampilkan tarian, tetapi juga sebuah karya kolosal yang diberi nama ‘’The Wonderful Of Belirang’’.
"Tarian ini melibatkan 40 pendukung dari berbagai kalangan, dari para sesepuh hingga anak-anak dan remaja, dirancang secara kolektif mulai dari konseptualisasi cerita hingga penataan gerakan dengan musik pengiring dari alat musik gamelan," ungkap Siono.
Kisah yang diceritakan dalam tarian kolosal ini menggambarkan perjuangan sesepuh dari Belitar, Jawa Timur, yang memasuki wilayah Belitar Seberang pada tahun 1932. Mereka berjuang membuka hutan untuk lahan pertanian dan pemukiman Desa Belitar.
"Para sesepuh bersama anak-anaknya dihadang oleh binatang buas seperti harimau, babi, monyet, dan bahkan ganguan raksasa atau buto. Namun, keberanian mereka berhasil mengendalikan semua hewan buas dan buto, memungkinkan kehidupan harmonis hingga kini. Perdamaian antara para sesepuh, buto, dan binatang buas disambut gembira oleh warga, diikuti dengan persiapan pesta oleh para ibu-ibu yang menumbuk padi," jelas Siono.
Perwarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra