TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Bakal calon Wakil Walikota Bengkulu, Sukatno, yang mendampingi Dani Hamdani, baru-baru ini mengunjungi Yayasan Seni Tari Beladiri Cakar Harimau Bengkulu. Kunjungan tersebut disambut dengan penampilan berbagai seni bela diri dan tarian tradisional khas Bengkulu, yang sayangnya mulai jarang dikenali oleh masyarakat setempat.
Sukatno terkesima dengan beragamnya seni dan budaya yang diperlihatkan selama kunjungan. Ia pun menyampaikan keinginannya untuk mengangkat seni tari beladiri ini ke panggung yang lebih luas, terutama jika kelak ia dan Dani Hamdani terpilih untuk memimpin Kota Bengkulu. Menurutnya, kekayaan budaya Bengkulu sangatlah melimpah, namun sayangnya belum terorganisir dengan baik.
“Ternyata Bengkulu ini memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam. Saat ini, kekayaan budaya tersebut masih terpencar-pencar. Jika nanti kami diberi amanah oleh Allah SWT untuk memimpin, kami akan berupaya mengumpulkan seluruh elemen budaya yang tersebar tersebut. Kami akan menyediakan wadah yang lebih baik untuk memperkenalkan bahwa Bengkulu ini memiliki banyak seni, bukan hanya satu atau dua,” ujar Sukatno dengan semangat.
Keinginan Sukatno ini disambut baik oleh pendiri Yayasan Seni Tari Beladiri Cakar Harimau, Raden. Menurut Raden, visi Sukatno dan Dani Hamdani bukan hanya sekedar memperkenalkan seni dan budaya Bengkulu, tetapi juga menjaga kelestariannya agar tidak punah. Raden berharap agar pasangan calon tersebut, jika terpilih, benar-benar berkomitmen untuk melestarikan adat istiadat Bengkulu yang telah diwariskan oleh leluhur.
“Kami sangat berharap seni dan budaya tradisional Bengkulu dapat terus dikembangkan dan dilestarikan. Adat istiadat asli Bengkulu perlu dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Raden penuh harap.
Seni tari beladiri Cakar Harimau sendiri merupakan salah satu warisan budaya yang menggabungkan unsur seni tari dengan gerakan bela diri. Seni ini memiliki nilai historis dan filosofis yang mendalam, menggambarkan ketangguhan dan ketekunan masyarakat Bengkulu dalam menghadapi tantangan kehidupan. Namun, karena modernisasi dan arus budaya luar, kesenian ini mulai tersisih dan kurang dikenal oleh generasi muda.
Sukatno melihat ini sebagai tantangan sekaligus peluang besar. Ia berencana tidak hanya mempromosikan seni ini di dalam negeri, tetapi juga membawa warisan budaya Bengkulu ini ke panggung internasional. Menurutnya, pengembangan seni dan budaya lokal tidak hanya akan memperkuat identitas daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pariwisata budaya.
“Kita bisa menjadikan seni dan budaya ini sebagai daya tarik pariwisata. Jika diorganisir dengan baik, Bengkulu bisa menjadi destinasi wisata budaya yang unik dan menarik. Tentu ini juga bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” tambah Sukatno.
Kunjungan Sukatno ke Yayasan Seni Tari Beladiri Cakar Harimau Bengkulu ini menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan seni dan budaya Bengkulu. Dengan dukungan dari berbagai pihak, ia berharap seni tari beladiri Cakar Harimau dan berbagai seni lainnya di Bengkulu dapat terus hidup dan dikenal hingga ke generasi mendatang.
Pewarta : aMg
Editing : Adi Saputra