Skip to main content

Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Bengkulu Disinkronkan dalam Renja-PD 2025

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu.Selasa(11/6)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan arah kebijakan dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) 2025. Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Gubernur Rohidin menekankan pentingnya keterkaitan antara sektor ketenagakerjaan dan transmigrasi. Ia menggambarkan kedua sektor ini sebagai dua sisi mata uang yang saling berhubungan, di mana perkembangan sektor transmigrasi selalu melibatkan sektor ketenagakerjaan.

Gubernur Rohidin mengungkapkan bahwa dari sekitar 1,9 juta penduduk Bengkulu, terdapat sekitar 3-4 persen pengangguran, yang berarti ada sekitar 30 hingga 40 ribu orang pengangguran di provinsi ini. Untuk mengurangi angka pengangguran tersebut, gubernur menekankan pentingnya memahami penyebabnya.

"Jika pengangguran disebabkan oleh rendahnya kompetensi dan keterampilan, maka perlu ada program untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Gubernur Rohidin. Ia menambahkan, jika pengangguran terjadi karena kurangnya lapangan pekerjaan, maka perlu ada kerja sama dengan OPD teknis lainnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Gubernur Rohidin juga menyoroti pentingnya program magang di perusahaan-perusahaan serta kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa. Hal ini bertujuan agar setelah lulus, mereka memiliki keahlian yang memadai untuk memasuki dunia kerja. Program-program pelatihan dari pemerintah pusat juga dianggap penting dalam upaya ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Dr. H. Syarifudin M.Si 

 

"Di sinilah bentuk sinergi dan kolaborasi diperlukan sehingga membentuk suatu gerakan yang dapat mengatasi masalah pengangguran," tegasnya. Ia menekankan bahwa tanpa gerakan nyata, upaya mengurangi pengangguran ibarat bermain bola hanya dengan menjaga gawang saja. Gubernur menekankan pentingnya menetapkan target untuk mengurangi angka pengangguran melalui berbagai gerakan dan program nyata dengan berkolaborasi dengan pihak terkait.

Mengenai transmigrasi, Gubernur Rohidin memandang program ini memiliki dampak positif untuk pemerataan pembangunan, perluasan tenaga kerja, dan pembentukan kawasan pemukiman baru. Ia menekankan pentingnya mengendalikan transmigrasi yang sudah ada di wilayah tersebut serta melakukan pemetaan untuk melihat potensi penempatan transmigrasi baru di kabupaten/kota, dengan memastikan ketersediaan lahan, status lahan, dan potensi komoditinya.

"Jika ada kepala dinas yang bisa menjelaskan cara kerja seperti itu, dengan lahan luas, status lahan yang aman, serta potensi komoditi yang bagus, maka bisa dibuat program transmigrasi yang disinkronkan dengan pemerintah pusat," ujarnya.

Gubernur Rohidin berharap bahwa berbagai program yang dibuat dapat disinergikan dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan TNI yang memiliki program TNI Manunggal. Ia juga menyebutkan kemungkinan program pelepasan aset lahan untuk transmigrasi yang sudah lama menetap serta program terpadu mandiri.

Dengan berbagai inisiatif ini, Gubernur berharap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dapat mendukung program pemerintah dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi. "Kita berharap bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi ini dapat bermanfaat dalam menunjang perekonomian masyarakat," pungkas Gubernur Rohidin.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra