TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menatap pembangunan jangka menengah dengan lebih terstruktur dan terarah. Wakil Gubernur Bengkulu, H. Mian, hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bengkulu untuk periode lima tahun mendatang. Rapat ini digelar pada Rabu (6/8) di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dan menjadi momen penting dalam penentuan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dalam rapat yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, perwakilan perangkat daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat, Mian menyampaikan harapannya agar RPJMD dapat menjadi acuan bersama dalam membangun Bengkulu yang lebih baik, maju, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi RPJMD tidak hanya bergantung pada dokumen perencanaan, tetapi juga pada sinergi yang kuat antar semua elemen daerah.
“RPJMD ini bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi milik kita semua. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus didukung oleh semua pihak, baik perangkat daerah, DPRD, maupun masyarakat luas. Tidak boleh ada ego sektoral dalam melaksanakan program pembangunan. Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur harus menjadi pijakan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Bengkulu,” ujar Mian dalam pidatonya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan RPJMD harus dilakukan dengan penuh integritas dan akuntabilitas. Mian juga memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Bengkulu yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan dengan baik, sehingga pembangunan daerah dapat berlangsung secara transparan dan sesuai dengan rencana.
“Peran DPRD sangat penting sebagai lembaga yang terhormat dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan RPJMD. Saya berharap kemitraan yang selama ini sudah terbangun bisa terus diperkuat, sehingga semua program prioritas yang telah dirumuskan dalam RPJMD bisa direalisasikan secara optimal,” lanjut Mian.
RPJMD merupakan dokumen perencanaan daerah yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah, serta program-program prioritas yang akan dilaksanakan selama masa jabatan kepala daerah. Oleh karena itu, dokumen ini menjadi pedoman utama bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja tahunan dan anggaran.
Dalam RPJMD Provinsi Bengkulu periode lima tahun ke depan, beberapa isu strategis yang menjadi perhatian utama antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik. Semua itu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah di Provinsi Bengkulu.
Mian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pembangunan. Ia menyampaikan bahwa partisipasi publik sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak bisa hanya dilakukan dari atas ke bawah. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses ini. Kritik yang membangun, usulan yang konstruktif, serta keterlibatan langsung masyarakat dalam program-program pembangunan sangat diperlukan. Dengan begitu, hasil pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Rapat paripurna tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru perencanaan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Diharapkan dengan komitmen bersama, sinergi antarinstansi, serta partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan RPJMD dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Bengkulu dalam lima tahun mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi saputra