Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Luncurkan Program "Open Karir" untuk Dorong ASN Tempati Jabatan Strategis Sesuai Potensi

Wali Kota Bengkulu Luncurkan Program "Open Karir" untuk Dorong ASN Tempati Jabatan Strategis Sesuai Potensi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali meluncurkan inovasi baru untuk meningkatkan profesionalitas dan kenyamanan kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Dalam apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (2/7), Dedy memperkenalkan program open karir, sebuah sistem perencanaan karir terbuka dan sistematis bagi ASN.

Program open karir memberikan peluang bagi seluruh ASN, mulai dari pejabat eselon IV hingga eselon II, untuk secara sukarela mengajukan permohonan penempatan jabatan sesuai minat dan kompetensi masing-masing. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi serta mengembangkan pegawai yang memiliki potensi dan kinerja tinggi agar dapat menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

"Kita ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para ASN untuk mengembangkan diri dan memilih karir yang mereka anggap paling sesuai. Program open karir ini memberi ruang untuk itu, tentunya tetap dalam koridor aturan dan mekanisme yang berlaku," ujar Dedy di hadapan ratusan ASN peserta apel.

Melalui program ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu akan menyiapkan formulir pengajuan resmi. ASN dapat mengajukan permohonan kepada Wali Kota untuk mutasi atau promosi ke jabatan yang diinginkan, disertai lampiran target kinerja yang jelas.

Namun, Dedy menekankan bahwa setiap ASN yang mengajukan posisi melalui open karir wajib menyertakan komitmen berupa target kerja yang terukur. Bila target tersebut tidak tercapai dalam kurun waktu tertentu, ASN bersangkutan wajib mengundurkan diri dari jabatannya.

"Misalnya ada yang mengajukan diri menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Maka dia harus memiliki target, seperti memastikan seluruh pasar di Kota Bengkulu bersih. Kalau dalam enam bulan tidak tercapai, maka harus siap mengundurkan diri. Ini adalah komitmen yang kita bangun bersama," terang Dedy.

Ia juga mencontohkan jabatan lainnya seperti Kepala Bidang Aset di BPKAD. ASN yang ingin menempati jabatan itu harus bisa memastikan penataan aset daerah berjalan baik dan seluruh aset bersertifikat. Jika tidak mampu, maka harus legowo untuk mengundurkan diri.

Menurut Dedy, inovasi ini lahir dari keinginannya menciptakan birokrasi yang sehat, dinamis, dan berorientasi pada hasil. Di samping itu, open karir juga dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bagi para ASN agar bisa bekerja di tempat yang lebih sesuai dengan situasi pribadi, misalnya lokasi tempat tinggal.

"Kadang ada Kasi di kecamatan yang tinggal jauh dari kantor, membuat kinerjanya tidak optimal. Tapi kalau kita beri kesempatan dia pindah ke kelurahan yang lebih dekat, bisa jadi semangat dan produktivitasnya meningkat. Jadi, kita beri kesempatan seluas mungkin untuk itu," jelasnya.

Dedy juga menyamakan proses open karir ini seperti ajang pencarian bakat. Ia menyebutnya sebagai usaha mencari bibit-bibit unggul dalam birokrasi, yang memiliki komitmen, semangat, dan kompetensi untuk memajukan organisasi pemerintahan.

"Ada orang yang punya passion jadi camat tapi tidak pernah dapat kesempatan. Ada juga yang jadi camat tapi merasa tidak cocok di situ. Maka, dengan program ini kita lihat rekam jejak dan prestasinya. Kalau dia terbukti punya kapasitas, kita beri ruang. Kalau tidak mampu, ya harus legowo. Semua terbuka dan adil," tegasnya.

Program open karir ini diharapkan mampu mendorong transformasi birokrasi di Pemkot Bengkulu menjadi lebih modern, kompetitif, dan responsif terhadap tantangan zaman. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan efektivitas pengembangan karir ASN, menciptakan SDM yang profesional dan berintegritas, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkinerja tinggi.

"Intinya, kita ingin ASN yang bekerja dari hati, sesuai panggilan jiwa, dan mampu menunjukkan hasil nyata. Karena itu, mari manfaatkan open karir ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan diri dan organisasi," pungkas Dedy Wahyudi.

Dengan diterapkannya sistem ini, Pemkot Bengkulu berharap dapat mencetak lebih banyak pemimpin birokrasi yang berdaya saing dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra