Skip to main content

Walikota Bengkulu Kembali Aktifkan Tanda Tangan Elektronik

Walikota Bengkulu Kembali Aktifkan Tanda Tangan Elektronik

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Gitagama, bersama Kepala Bidang Penyelenggara E-Government, Wiwik Rahayu, melakukan pertemuan dengan Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di ruang kerjanya pada Jumat (14/3/2025). Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengaktifkan kembali tanda tangan elektronik (TTE) Walikota yang sebelumnya tidak digunakan dalam kurun waktu tertentu.

Dalam keterangannya, Wiwik Rahayu menjelaskan bahwa Dinas Kominfo memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan dan pembuatan TTE bagi kepala daerah, termasuk Walikota Bengkulu. Karena tidak digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, akun TTE Walikota sempat dinonaktifkan secara otomatis.

“Ini merupakan proses aktivasi kembali TTE Walikota yang sebelumnya tidak digunakan. Akun tersebut otomatis tidak bisa diakses karena tidak aktif dalam jangka waktu tertentu. Sekarang, setelah proses pemulihan, akun sudah bisa digunakan kembali,” ujar Wiwik.

Lebih lanjut, Wiwik menyampaikan bahwa Walikota telah membuat ulang kata sandi atau passphrase baru untuk mengamankan akses ke TTE. Passphrase tersebut merupakan kombinasi simbol, huruf, dan angka yang dirancang khusus agar sesuai dengan standar keamanan digital.

“TTE ini sangat penting dalam menunjang administrasi pemerintahan, seperti penandatanganan surat edaran dan dokumen resmi lainnya. Dengan kembali aktifnya TTE ini, berbagai urusan administrasi bisa dilakukan lebih cepat dan efisien,” tambah Wiwik.

Ia juga menekankan bahwa aktivasi kembali TTE ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Bengkulu. Dalam era digitalisasi saat ini, penggunaan teknologi dalam administrasi pemerintahan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

“Segala sesuatu sekarang sudah berbasis digital. Oleh karena itu, penggunaan TTE ini menjadi sangat penting untuk mendukung efisiensi kerja serta mempercepat proses birokrasi,” jelasnya.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyambut baik langkah ini dan menyatakan komitmennya dalam mendukung penerapan teknologi dalam pemerintahan. Menurutnya, penggunaan TTE tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga membantu dalam menciptakan sistem administrasi yang lebih transparan dan akuntabel.

“Saya sangat mendukung penerapan tanda tangan elektronik ini. Dengan adanya digitalisasi, kita bisa memangkas birokrasi yang berbelit dan memastikan berbagai dokumen dapat ditandatangani dengan cepat tanpa harus menunggu proses manual yang memakan waktu,” ujar Dedy.

Dengan kembali aktifnya TTE Walikota, diharapkan proses administrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung program smart city yang tengah dikembangkan oleh pemerintah setempat.

Ke depan, Dinas Kominfo Kota Bengkulu berencana untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi guna meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik. Digitalisasi di berbagai sektor pemerintahan diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra