TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengambil langkah tegas dengan melarang sekolah-sekolah di Kota Bengkulu untuk memungut biaya atau menjual buku pelajaran serta Lembar Kerja Siswa (LKS).
Keputusan ini menyusul gebrakan yang dilakukan Gubernur Helmi Hasan sesaat setelah dilantik. Salah satu kebijakan pertama Helmi adalah menghapus biaya ambulans di RSUD M. Yunus dan melarang penjualan LKS serta buku di sekolah-sekolah. Menanggapi hal tersebut, Dedy Wahyudi menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan tersebut di tingkat kota.
"Menindaklanjuti instruksi Presiden yang disampaikan melalui Pak Gubernur, saya ingin memastikan bahwa di Kota Bengkulu, guru-guru tidak diperbolehkan meminta siswa membeli buku atau LKS," ujar Dedy, yang akrab disapa Dewa.
Lebih lanjut, Dedy menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua murid, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini. "Pak Gubernur sudah mengimbau, dan sebagai Walikota, saya berkewajiban menindaklanjuti imbauan tersebut. Tidak boleh ada lagi yang memberatkan siswa maupun orang tua," tambahnya.
Selain kebijakan pendidikan, Dedy juga menyoroti program ambulans gratis yang telah lama dijalankan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Program ini, yang awalnya digagas saat dirinya berpasangan dengan Helmi Hasan, terus berjalan hingga kini dan telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Saat ini, terdapat 44 unit ambulans gratis yang disediakan Pemkot Bengkulu. Ambulans ini tersebar di rumah sakit, kecamatan, lembaga, dan fasilitas lainnya. Layanan ini tidak hanya untuk pasien di dalam Kota Bengkulu, tetapi juga mencakup pengantaran ke luar provinsi, seperti Jawa Timur, Padang, Palembang, dan daerah lainnya," jelas Dedy.
Menurutnya, program ambulans gratis ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Bengkulu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan transportasi medis. Harapannya, program ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat," paparnya.
Dedy juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan ini. Ia menegaskan bahwa ambulans gratis tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan, tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Dengan adanya kebijakan pelarangan pungutan di sekolah dan penguatan program ambulans gratis, Pemkot Bengkulu berharap dapat menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan layanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dan provinsi dalam menciptakan kesejahteraan yang nyata bagi rakyat.
"Kami akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat. Pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara dan pemerintah daerah," pungkas Dedy.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra