Skip to main content

Walikota Dedy Tegas: ASN Malas Bekerja Silakan Ajukan Pindah

Walikota Dedy Tegas: ASN Malas Bekerja Silakan Ajukan Pindah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) yang malas bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Dalam sebuah apel pagi baru-baru ini, Dedy menyampaikan secara terbuka kekecewaannya terhadap sejumlah ASN yang dinilai kurang disiplin, sering absen tanpa alasan yang jelas, serta menunjukkan sikap tidak profesional.

Menurutnya, banyak laporan yang masuk mengenai ASN yang jarang masuk kantor. Beberapa bahkan beralasan rumahnya terlalu jauh dari tempat kerja. Terkait hal ini, Dedy menyampaikan solusi terbuka bagi para ASN yang merasa kurang nyaman atau tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal.

“Sekarang sudah ada Open Karier. Silakan isi formulir jika ingin mengajukan permohonan pindah. Jangan jadikan jarak sebagai alasan untuk tidak masuk kerja,” tegas Dedy di hadapan para pegawai.

Selain masalah jarak, alasan lain yang sering digunakan adalah keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dedy pun langsung menginstruksikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu, Yudi, untuk memastikan agar TPP tidak lagi mengalami keterlambatan.

“Saya minta Pak Yudi sebagai bendahara umum daerah agar menjamin TPP cair tepat waktu. Jangan sampai ada lagi ASN yang bermalas-malasan dengan alasan haknya terlambat,” ujar Dedy.

Walikota menekankan pentingnya membentuk tim kerja yang solid dan profesional dalam mendukung seluruh program pemerintah kota. Ia juga mengingatkan bahwa keluhan dan sikap negatif dari ASN hanya akan menghambat laju pembangunan.

“Jangan banyak mengeluh. Laksanakan saja tugas dengan baik dan dukung semua program pemerintah. Kita butuh ASN yang punya komitmen, bukan yang kerjanya hanya mengeluh dan cari alasan,” ucapnya tegas.

Dedy pun memberikan peringatan kepada para pejabat yang merasa tidak cocok atau tidak mampu menjalankan jabatan yang sedang diemban. Ia menyarankan agar mereka mengundurkan diri secara terhormat atau mengajukan permohonan mutasi.

“Saya tidak memaksa siapa pun untuk tetap duduk di jabatannya sekarang. Kalau memang tidak nyaman atau merasa tidak mampu, silakan ajukan pindah. Sudah ada contohnya dan itu lebih baik daripada merusak sistem,” jelas Dedy.

Ia menambahkan, ASN yang ingin mempertahankan jabatannya harus menunjukkan performa yang maksimal. Salah satu bentuk kedisiplinan sederhana, kata Dedy, adalah selalu siap dihubungi oleh pimpinan.

“Kalau pimpinan menelepon, jawab. Jangan matikan HP. Itu soal adab, bukan hanya soal kerja. Kita ini tim, dan tim yang baik harus punya komunikasi yang baik,” katanya.

Lebih jauh, Dedy menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mentolerir mental blok di kalangan ASN. Ia menyinggung soal kebiasaan beberapa orang yang terlalu cepat menyatakan sebuah tugas sulit bahkan sebelum mencoba melaksanakannya.

“Belum apa-apa sudah bilang susah. Itu mental blok. Saya tidak bisa bekerja dengan orang yang seperti itu. Kalau dapat perintah, laksanakan dulu. Baru setelah itu kita evaluasi jika hasilnya tidak sesuai,” tuturnya.

Sebagai penutup, Dedy mengingatkan bahwa sebelum menjadi pemimpin yang baik, seorang ASN harus terlebih dahulu menjadi anak buah yang baik. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menyamakan frekuensi kerja demi kemajuan Kota Bengkulu.

“Kita butuh orang-orang yang satu frekuensi. Kalau sudah tidak satu visi, lebih baik jujur dari awal. Saya ingin tim yang solid, penuh semangat, dan punya loyalitas tinggi terhadap tugas negara,” tutupnya.

Dengan ketegasan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin, produktif, dan profesional, demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

.Pewarta : AMG 

Editing : Adi Saputra