TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Sektor pariwisata di Kota Bengkulu mengalami peningkatan signifikan selama momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Dinas Pariwisata Kota Bengkulu mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga mencapai sekitar 80 ribu orang selama periode libur Lebaran tahun 2026.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan sejak H-1 hingga H+4 Lebaran. Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa pengunjung tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk menikmati libur panjang di Kota Bengkulu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, membenarkan tingginya angka kunjungan tersebut. Ia mengatakan bahwa peningkatan ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada masa libur Hari Raya.
Menurutnya, kawasan pesisir masih menjadi tujuan favorit wisatawan. Salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi adalah Pantai Panjang. Pantai yang dikenal memiliki garis pantai yang luas serta deretan pohon cemara itu masih menjadi ikon utama pariwisata Kota Bengkulu.
“Sejak H-1 hingga H+4 Lebaran, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bengkulu diperkirakan mencapai sekitar 80 ribu orang. Mayoritas pengunjung masih memilih kawasan Pantai Panjang sebagai tujuan utama mereka,” ujar Nina saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (24/3/2026).
Namun, tingginya kunjungan wisata tidak hanya terjadi di kawasan pantai. Beberapa destinasi sejarah dan wisata alam lainnya juga mengalami lonjakan pengunjung. Salah satunya adalah Benteng Marlborough yang menjadi salah satu situs bersejarah paling populer di kota tersebut.
Selain itu, wisatawan juga banyak mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno. Tempat bersejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah Presiden pertama Republik Indonesia.
Tak hanya wisata sejarah, objek wisata alam juga tetap menjadi favorit. Beberapa lokasi seperti Danau Dendam Tak Sudah serta Pantai Jakat tercatat selalu dipadati pengunjung selama masa libur Lebaran. Bahkan, destinasi baru seperti Belungguk Point juga mulai menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan.
Nina menjelaskan bahwa momen Idul Fitri memang selalu menjadi puncak kunjungan wisata setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata bersama keluarga. Selain itu, Bengkulu dinilai memiliki kombinasi lengkap antara wisata alam, sejarah, dan budaya yang menarik bagi wisatawan.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari menjaga kebersihan kawasan wisata, meningkatkan keamanan, hingga memperbaiki fasilitas publik agar pengunjung merasa lebih nyaman.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan tahun ini, tentu kami ingin memastikan para pengunjung merasa aman, nyaman, dan puas selama berada di Bengkulu,” jelasnya.
Lonjakan wisatawan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), pemilik penginapan, hingga jasa transportasi lokal yang merasakan peningkatan pendapatan selama libur Lebaran berlangsung.
Menurut Nina, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki Kota Bengkulu agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Dengan meningkatnya jumlah kunjungan ini, kami berharap sektor pariwisata dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” tutupnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra